Selasa, 16 April 2019 19:40 WITA

Kerangka 'Pengorbanan Manusia' Ditemukan Selama Pemasangan Pipa Air

Editor: Suriawati
Kerangka 'Pengorbanan Manusia' Ditemukan Selama Pemasangan Pipa Air
CNN

RAKYATKU.COM - Lebih dua puluh kerangka Neolitikum, termasuk orang-orang yang mungkin menjadi korban pengorbanan manusia, telah ditemukan di pemukiman berusia hampir 3.000 tahun di Inggris.

Kerangka itu termasuk seorang wanita yang kakinya terpotong dan lengannya diikat di belakang kepalanya.

Menurut laporan, total ada 26 kerangka manusia yang ditemukan. Semua itu diyakini berasal dari dari Zaman Besi dan zaman Romawi. Ada juga kumpulan alat-alat dari periode waktu yang berbeda.

Semua itu ditemukan oleh para insinyur yang memasang pipa air di Oxfordshire, Inggris.

Para arkeolog yang memeriksa sisa-sisa itu percaya bahwa mereka berasal dari komunitas yang sama, yang terlibat dalam menciptakan Kuda Putih Uffington, patung kapur prasejarah di bukit terdekat.

"Temuan ini membuka jendela unik ke dalam kehidupan dan kematian masyarakat yang kita tahu hanya dari bangunan monumental mereka, seperti bukit atau Kuda Putih Uffington," kata Paolo Guarino, petugas proyek Arkeologi Cotswold.

Loading...

"Hasil dari analisis artefak, tulang hewan, kerangka manusia dan sampel tanah akan membantu kami menambahkan beberapa informasi penting pada sejarah masyarakat yang menduduki tanah ini bertahun-tahun yang lalu," tambahnya.

Kelompok ini telah menghilangkan semua kerangka dari situs penemuan untuk penyelidikan forensik.

Kerangka 'Pengorbanan Manusia' Ditemukan Selama Pemasangan Pipa Air"Temuan itu memberikan gambaran sekilas tentang kepercayaan dan takhyul orang-orang yang tinggal di Oxfordshire sebelum penaklukan Romawi," kata Neil Holbrook, kepala eksekutif Arkeologi Cotswold.

"Bukti di tempat lain menunjukkan bahwa penguburan dalam lubang mungkin melibatkan pengorbanan manusia."

"Penemuan ini menantang persepsi kita tentang masa lalu, dan mengundang kita untuk mencoba memahami kepercayaan orang-orang yang hidup dan mati lebih dari 2.000 tahun yang lalu," tambahnya.

Loading...
Loading...