Selasa, 16 April 2019 14:10 WITA

Jenggala Center Beberkan Ketakutannya Jika Jokowi Kalah di Sulsel

Penulis: Rizal
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Jenggala Center Beberkan Ketakutannya Jika Jokowi Kalah di Sulsel
Ketua Umum Tim Kampanye Nasional Jenggala Center, Iskandar Mandji (kiri) bersama Direktur Eksekutif Jenggala Center Syamsuddin Radjab (kanan).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 akan dihelat Rabu (17/4/2019) besok.

Tim pemenangan kedua kontestan Pilpres di Sulsel pun sudah melakukan kerja-kerja pemenangan secara maksimal. Di masa tenang, mereka telah menyerahkan sepenuhnya kepada calon pemilih untuk bersikap di bilik suara.

Namun, tingkat elektabilitas duet Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno didetik-detik akhir yang cenderung berimbang di Sulsel menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Jenggala Center.

Sebab sekalipun Jokowi-Ma'ruf menang secara nasional, namun jika mengalami kekalahan di Sulsel, maka akan berdampak buruk terhadap penokohan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK).

Alasannya, JK merupakan tokoh asal Sulsel yang memiliki tanggung jawab memenangkan pasangan nomor urut 01 tersebut di kampung halamannya. Terlebih lagi, JK dianggap satu-satunya tokoh Sulsel yang saat ini punya pengaruh ditingkat nasional.

"Memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Sulsel itu sama saja kita menjaga ketokohan pak Jusuf Kalla. Selain itu, ini juga demi keberlanjutan generasi masa depan Sulsel dipentas nasional. Kalau kalah, tidak ada lagi tokoh dari Sulsel yang akan berkiprah di nasional. Sulsel juga tidak akan dihitung," ungkap Ketua Umum Tim Kampanye Nasional Jenggala Center, Iskandar Mandji dalam keterangan tertulis yang diterima Rakyatku.com, Selasa (16/4/2019).

Loading...

Apalagi, menurut Iskandar Mandji menganggap, Pilpres 2019 ini dianggap paling rawan membuat perpecahan bangsa Indonesia. Isu politik yang dibangun, kata Iskandar, adalah isu yang saling berhadap-hadapan satu sama lain.

"Bagaimana akibat dari 2019 ini, apakah kita negara kesatuan atau pecah belah. Isu politik yang dikembangkan isu yang saling berhadapan. Islam non islam. Miskin dan kaya. PKI non PKI. Apakah isu ini tidak membahayakan kita ke depan?," pungkas Iskandar.

Terpisah, Direktur Eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab menyebut jika kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Sulsel adalah kebanggaan tersendiri.

"Sulsel adalah simbol politik di Indonesia, pertarungan Pilpres 2019 adalah pertaruhan nama baik Jusuf Kalla di level nasional," singkat Syamsuddin.

Loading...
Loading...