Selasa, 16 April 2019 00:10 WITA

Nonton Gadis SMP Disetubuhi Pria ABG, Birahi Rendi Ikut Memuncak, Dia Dapat 2 Kali

Editor: Aswad Syam
Nonton Gadis SMP Disetubuhi Pria ABG, Birahi Rendi Ikut Memuncak, Dia Dapat 2 Kali
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, SURABAYA - Di sebuah kamar kos, Rendi Ferdianto (27) tengah menikmati minuman yang telah dicampur ramuan penambah stamina dan alkohol 70 persen untuk obat luka.

Sementara itu di dekatnya, dua pria remaja, tengah menggilir seorang gadis SMP. Gadis itu dalam keadaan mabuk, saat dicekoki miras oplosan tersebut.

Rendi yang setengah mabuk, menjadi sangat birahi. Dia lalu menyingkirkan tubuh dua remaja pria itu.

"Minggir, giliran saya," ujar Rendi. 

Rendi kemudian menyetubuhi korban sebanyak dua kali.

"Dua kali. Karena melakukan itu satu ruangan dengan yang lainnya," kata Rendi kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya sebagaimana dilansir dari Detik.

"Pertama sama (pelaku di bawah umur) melakukan gitu tidak minum. Terus sama (pelaku di bawah umur) nggak minum tapi ya juga gitu, sama saya kena minuman itu waktu itu saya juga ikut minum tapi nggak mabuk," kata Rendi.

Dorongan Rendi untuk memperkosa korban menggebu-gebu, lantaran ia kerap menonton video porno.

Loading...

"Iya saya nonton video," kata Rendi.    

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan orang tua korban kepada pihak berwajib.

"Kami menerima laporan dari ayah korban bahwa anaknya telah diperkosa. Kami sudah mengamankan tiga orang. Kasus ini berawal dari korban yang dicekoki miras, " kata Ruth Yeni kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Senin (15/4/2019).

Dua dari tiga pelaku yang tertangkap masih di bawah umur. Kini keduanya dititipkan di Shelter Marsudi Putra. Sedangkan satu pelaku dewasa yang tertangkap adalah Rendi. Ia merupakan warga Simorejo 28, Simomulyo, Sukomanunggal, Surabaya.

Kini polisi masih memburu dua pelaku lainnya. Yang satu sudah dewasa dan satunya lagi masih di bawah umur.

Rendi ditahan di Rutan Polrestabes Surabaya. Dia dikenakan pasal 81 UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun. 

Loading...
Loading...