Senin, 15 April 2019 23:21 WITA

Belum Sempat Dibagi, Bawaslu Gowa Gagalkan Sembako Caleg

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Belum Sempat Dibagi, Bawaslu Gowa Gagalkan Sembako Caleg
Bawaslu Gowa, saat mengamankan paket sembako siap bagi dari salah satu tim suksesk oknum caleg.

RAKYATKU.COM, GOWA - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten (Bawaslu) Gowa, berhasil mengamankan paket sembako, yang diketahui sebagai aksi money politics menjelang hari pencoblosan, 17 April mendatang.

Peket sembako yang di dalamnya terdapat kartu pengenal dari salah satu caleg tersebut, diamankan oleh Bawaslu Gowa di salah satu rumah warga, di Kompleks Tamarunang Indah II, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (15/4/2019).

Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Juanto Avol mengatakan, paket sembako tersebut, akan dibagikan kepada masyarakat. Namun tindakan tersebut berhasil ia amankan.

Belum Sempat Dibagi, Bawaslu Gowa Gagalkan Sembako Caleg

"Inisialnya MI. Dari pengakuannya, barang tersebut belum sempat ia bagikan. Sitaan barang bukti dari oknum caleg Nasdem tersebut, kini dalam penanganan Bawaslu dan kepolisian," kata Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Juanto Avol kepada Rakyatku.com.

Diketahui, paket sembako yang diamankan ini berupa beberapa minyak goreng, gula pasir, sarung, hingga sabun cuci saset.

Dari pengakuan MI, paket sembako tersebut belum sempat dibagikan ke masyarakat. Meski demikian, Avol mengaku akan terus menindaklanjuti temuan ini.

Belum Sempat Dibagi, Bawaslu Gowa Gagalkan Sembako Caleg

Loading...

Avol menegaskan, hal tersebut diatur dalam dalam UU Pemilu 7 thn 2017, pasal 523 ayat 2 masa tenang.

"Ancaman hukumannya Pidana 4 tahun Penjara," tegas Avol.

Sebelumnya, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga menegaskan, kepada seluruh personel pengamanan TPS untuk dapat mengantisipasi segala bentuk kegiatan yang bersifat politik, khususnya money politics, yang kerap terjadi. 

Hal itu ditegaskan langsung oleh Kapolres dalam arahannya, saat memimpin apel pergeseran personel pengamanan TPS (Tempat Pemungutan Suara) di pelataran Museum Balla Lompoa, Minggu (14/04/2019) kemarin.

“Personel agar antisipasi potensi terjadinya money politics. Jika menemukan secara langsung adanya transaksi tersebut, maka tangkap tangankan (OTT), baik si pemberi maupun penerimanya, serta sita barang buktinya untuk dibawa ke Bawaslu pada Sentra Gakkumdu," tegas Shinto di hadapan personelnya.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, perintah tegas itu disampaikannya, agar tidak ada pihak yang mengotori masa tenang menuju puncak penyelenggaraan Pemilu pada 17 April mendatang, dengan hal-hal yang tidak sesuai aturan.

Loading...
Loading...