Senin, 15 April 2019 11:04 WITA

Ribut saat Hendak Mencoblos di Osaka Jepang, Ahok Mengaku Sempat Ancam Saksi 02

Editor: Abu Asyraf
Ribut saat Hendak Mencoblos di Osaka Jepang, Ahok Mengaku Sempat Ancam Saksi 02
Basuki Tjahaja Purnama bersama Megawati dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akhirnya memberi penjelasan tentang insiden marah-marah saat hendak mencoblos Osaka, Jepang, Minggu (14/4/2019).

Ahok mengaku sempat berdebat dengan saksi dari pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

"Saksi 02 maksa bahwa yang di DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) pun sama haknya dengan yang tidak terdaftar. Jadi artinya, mereka yang antre dengan paspor tanpa terdaftar bisa membuat kami yang terdaftar di DPT dan DPTb tidak bisa milih karena kehabisan kartu pilih," jelas Ahok seperti dikutip dari Kompas.com. 

Ahok mengaku gilirannya mencoblos digeser menjadi pukul 17.00 waktu setempat. 
"Jelas ketika panitia geser aku ke jam 17.00, melanggar," lanjut Ahok. 

Ahok mengatakan, setelah ia protes, saksi paslon 02 pun saat itu akhirnya mengatakan ada salah paham. 

Loading...

"Dengarin saja saksi 02 yang begitu aku ancam rekam dan diskusi, langsung bilang salah paham. Paling pintar ngeles," kata Ahok.

Sebelumnya, dalam video tersebut, Ahok yang mengenakan kemeja putih protes karena gilirannya untuk mencoblos pada Pemilu 2019 bisa didahului oleh pemilih yang belum terdaftar di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). 

"Tadi kan kesannya, walaupun saya di nomor 8, kalau ini duluan kertas suara habis, hilang hak suara saya," kata Ahok dalam video tersebut. 

Loading...
Loading...