Sabtu, 13 April 2019 15:13 WITA

Sosialisasi  LPG 3 KG Bersubsidi, Ini Penegasan Wali Kota Palopo

Editor: Aswad Syam
Sosialisasi  LPG 3 KG Bersubsidi, Ini Penegasan Wali Kota Palopo
Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, pada sosialisasi LPG 3 kg bersubsidi dan proyek perubahan sistem pengawasan terintegrasi di Aula Kantor Wali Kota Palopo, Sabtu 13 April 2019.

RAKYATKU.COM, PALOPO - Dinas Perdagangan Kota Palopo, bekerja sama dengan Pertamina Kota Palopo, mengadakan sosialisasi LPG 3 kg bersubsidi dan proyek perubahan sistem pengawasan terintegrasi di Aula Kantor Wali Kota Palopo, Sabtu 13 April 2019.

Kepala Dinas Perdagangan Zulkifly Halid, S. T., M.Si dalam laporannya menyampaikan, sosialisasi ini merupakan sosialisasi yang pertama kali dilakukan kepada seluruh pangkalan dan agen LPG se-Kota Palopo. 

"Kita berkumpul bersama-sama, karena selama ini masih banyak dari kita yang belum paham tentang pendistribusian LPG. Itulah gunanya kita lakukan sosialisasi, agar semua pangkalan dan agen mengerti betul akan pendistribusian LPG 3 kg ini, agar ke depannya tidak ada lagi yang dikenakan sanksi akibat kecurangan," papar Zulkifly.

Distribusi LPG 3 kg merupakan program pemerintah, yang memang harus diawasi agar LPG 3 kg ini didistribusikan sesuai sasaran.

"Di Kota Palopo kurang lebih 500 pangkalan terdiri dari kurang lebih 5 agen, yang mendistributorkan tabung. Setiap hari kurang lebih 8.400 tabung, jumlah tabung yang didistribusikan setiap harinya, sesuai dengan kebutuhan. 
"Kecuali apabila ada kegiatan tertentu atau hari besar, maka kami akan tambah 10-15%, jadi tidak masuk akal kalau elpiji di Kota Palopo akan langka," ujar Zulkifly Halid.

Selanjutnya, Zulkifly menambahkan, Inproyek yang mereka susun, untuk menindaklanjuti agar tidak ada penyelewengan gas ke keluar Kota Palopo.

"Beberapa kasus yang kita tangani, ada yang menyelewengkan tabung gas sampai ke Sulawesi Tengah, karena memang harga tabung di sini sangat murah, yaitu seharga 16.500," jelasnya.

Zulkifly berharap, dengan sosialisasi ini, betul-betul dimanfaatkan oleh seluruh peserta diskusi, dan apa yang diharapkan dapat tecapai.

Pihak Pertamina Ketua Iswana Migas, Rahmat Kasim, S. T menyampaikan, sosialisasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Kota Palopo, dan mudah-mudahan menjadi acuan untuk kabupaten lain. 

"Karena di sinilah kita dapat mengerti sistem-sistem dan permasalahan yang terjadi di pangkalan dan agen, agar apa yang kita harapan dapat tercapai," ujarnya.

Rahmat Kasim menambahkan, ada salah satu daerah di pulau Jawa yang menetapkan harga tinggi, yaitu Rp22.000 per tabung. "Kenapa Rp22.000? Karena selama beberapa tahun ini mereka tidak bisa mendapatkan harga yang rata, berdasarkan variabel yang ada, pemerintah memberikan harga eceran elpiji 3 kg, dengan margin pangkalan yang menguntungkan," jelasnya.

"Kami selalu ingin memberikan yang terbaik untuk seluruh warga Luwu Raya khusunya Kota Palopo ini, agar apa yang diinginkan, stoknya aman dan harganya aman, juga cara jualnya pun aman dapat tercapai," papar Rahmat Kasim.

Loading...

Menurutnya, hadirnya mereka di Palopo, agar dapat memberikan palayan, pengaturan kerja, cara pendistribusian gas elpiji di Luwu Raya, sehingga tidak memberatkan masyatakat untuk membeli elpiji.

Dengan adanya acuan, bahwa PNS atau yang berpenghasilan 1.500.000, tidak boleh memakai gas 3 kg, sekarang ada gas 5,5 kg diperuntukan tidak subsidi. 

"Semoga Kota Palopo ini menjadi prioritas pertama agen, yang menyalurkan kepada seluruh kecamatan yang ada.," pungkasnya.

Wali Kota Palopo HM. Judas Amir dalam sambutannya menyampaikan, tugas pemerintah adalah untuk mengatasi, mengantisipasi masalah yang terjadi di masyarakat.

"Aturan yang terkait dengan pemakaian gas elpiji 3 kg tidak boleh digunakan oleh PNS, kalau itu aturan harus kita ikuti. Sebaiknya PNS tidak boleh membeli dan memakai gas tersebut," paparnya.

"Sebagai penjual, janganki kasi dan apabila ada yang marah tidak dikasi, jangn marah karena ada aturannya," tambah Judas.

Judas juga memberikan kebijakan kepada dinas terkait, untuk menaikkan harga elpiji 3 kg. Akan tetapi, harus melihat keuntungannya.

Selanjutnya, Judas Amir memerintahkan kepada Kepala Dinas Perdagangan, untuk membuat surat larangan kepada setiap pangkalan gas elpiji 3 kg, agar tidak menjual gas elpiji ke seluruh PNS yang ada di Kota Palopo ini. 

Aturan itu dibuat untuk mengatur, bukan untuk merugikan. Aturan dibuat sedemikian rupa, sehingga secara umum bisa dinikmati masyarakat dan tidak ada gejolak di dalam hati masyarakat.

Judas juga mengimbau kepada seluruh peserta yang hadir, agar mengajak seluruh keluarganya menggunakan hak pilih suaranya untuk mencoblos pada saat pemilu mendatang, agar tidak ada yang golput atau tidak menggunakan hak suarannya.

Loading...
Loading...