Jumat, 12 April 2019 18:12 WITA

Gara-gara Salam Dua Jari Bareng Sandi, 3 Guru SD Bantaeng Terancam Tak Naik Pangkat

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Aswad Syam
Gara-gara Salam Dua Jari Bareng Sandi, 3 Guru SD Bantaeng Terancam Tak Naik Pangkat
Ketua Bawaslu Bantaeng, Muhammad Saleh

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Tiga guru SD berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bantaeng, mendapat sanksi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Pasalnya, ketiga ASN yang berprofesi sebagai guru ini, melakukan pelanggaran netralitas dalam Pemilu 2019.

Ketiganya yakni guru SD Inpres Parang Pangi berinisial F, guru SD Inpres Tala-tala berinisial SH, dan guru SD Inpres Pa'bulengang berinisial FA.

Ketiganya memposting foto di akun media sosial Facebooknya, terkait kehadiran calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Salahuddin Uno di Bantaeng pada 25 Desember 2018 lalu.

Guru F mengunggah foto dirinya dengan Cawapres nomor urut 2 itu di akun Facebooknya. Sementara guru SH memposting fotonya dengan mengacungkan 2 jari, dengan keterangan foto "Kebersamaan di Seruni. Menjemput Pak Sandi". 

Sedangkan guru FA memposting tiga foto di akun facebooknya. Postingan pertama mengunggah foto dirinya bersama suami mengacungkan 2 jari dengan keterangan foto "Edisi nunggu di perbatasan Tino. Sandiaga Uno. Salam PAS". Postingan keduanya, guru FA mengunggah fotonya bersama Sandiaga Uno dengan keterangan, "SANDIAGA UNO. Akhirnya ku berselfie denganmu. Calon Wakil Presidenku. PAS. Salam 2 jari. Manna Mamo Ni Alle Karo-karo Selfie". Di postingan ketiganya, ia berfoto dengan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI sekaligus Ketua Partai Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani dengan keterangan "Bersama Idris Manggabarani. Orang terhebat Makassar. Mantap Pak".

Ketua Bawaslu Bantaeng, Muhammad Saleh, Jumat, 12 April 2019 menuturkan, KASN mengirimkan rekomendasi pelanggaran ASN yang ditujukan kepada Bupati Bantaeng, Ilham Azikin sebagai pejabat pembina kepegawaian.

Rekomendasi itu, kata Saleh, terkait pelanggaran netralitas tiga ASN Bantaeng berstatus sebagai guru Sekolah Dasar (SD).

Loading...

Rekomendasi merujuk pada hasil kajian pelanggaran yang disampaikan Bawaslu Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, bernomor : 001/TM/PP/Kec.Bissappu/27.23/I/2019

"Ada tiga guru SD dengan lokasi penugasan berbeda, namanya kami rekomendasikan ke KASN untuk diberi sanksi," bebernya.

Dia menambahkan, ketiga ASN tersebut telah menghadiri undangan klarifikasi di Bawaslu Bantaeng. 

"Hasil klarifikasinya juga kami lampirkan saat mengirim rekomendasi ke KASN," akunya.

Ketiga guru SD itu diberi sanksi berupa hukuman disiplin sedang oleh KASN, sesuai PP No 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.

Hukuman disiplin sedang dimaksud berupa, penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, serta penyerahan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun. 

Loading...
Loading...