Jumat, 12 April 2019 17:54 WITA

Mengejutkan, Gatot Nurmantyo Ungkap Daftar Komandan TNI yang Dinonjobkan

Editor: Abu Asyraf
Mengejutkan, Gatot Nurmantyo Ungkap Daftar Komandan TNI yang Dinonjobkan
Prabowo Subianto bersalaman Gatot Nurmantyo di Surabaya, Jumat (12/4/2019).

RAKYATKU.COM - Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akhirnya menunjukkan sikapnya. Dia resmi berada di barisan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Dia masuk dalam 58 nama tokoh yang diumumkan Prabowo di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019). Tak sekadar hadir, Gatot mendapat kesempatan pertama memberikan testimoninya.

Pernyataan Gatot mengejutkan. Dia mengkritik anggaran TNI yang sangat minim dibandingkan institusi lainnya. Dia bilang, anggaran TNI untuk tiga angkatan hanya Rp6 triliun lebih. Padahal, tanggung jawabnya sangat besar.

"Ada institusi yang senjatanya pendek, punya senjata panjang sedikit saja, personelnya tidak sampai 3000, tetapi anggaranya Rp4 triliun. Kepolisian RI Rp17 triliun," ungkap Gatot.

"Tidak ada yang salah. Semuanya benar-benar saja. Namun, dari segi anggaran, mengecilkan TNI," lanjutnya.

Tak hanya itu, Gatot juga mengungkap adanya sejumlah komandan di TNI yang dinonjobkan selepas dirinya pensiun. Dia menyebut moral dan semangat juang TNI dipaprasi setelah dirinya tak lagi menjabat.

Loading...

"Setelah saya turun, maka semua yang terbaik dicabut," katanya.

Gatot menyebut antara lain Kepala Badan Intelijen Strategis Mayor Jenderal TNI Ilyas Alamsyah. Dia berjasa menyelesaikan konflik Poso. Namun, dicopot dan sampai sekarang tanpa jabatan.

Dia juga menyebut "Direktur A", komandan satuan tugas intelijen yang membongkar senjata juga dicopot dan dinonjobkan. Termasuk panglima divisi infanteri I, panglima divisi infanteri 2 juga dicopot dan tanpa jabatan. Begitu pula danjen kopassus dan pangdam XIII.

"Dan saya tidak salah menyebutkan, orang yang bermasalah menempati jabatan-jabatan strategis. Yang paling penting adalah setiap prajurit bertanya, apa tolok ukur keberhasilan? Pada prajurit bukan itu (harta dan jabatan) yang dicari," tegasnya.
 
"Prajurit TNI termasuk purnawirawan yang ada di sini, bukan mencari harta dan jabatan tetapi yang dicari kapan dan bagaimana saya bisa jadi pahlawan. Tidak mungkin bisa dikerdilkan. Rakyatnya saja bisa jadi pahlawan," katanya.

Loading...
Loading...