Jumat, 12 April 2019 16:19 WITA

Menengok Rivalitas Indah dan Arsyad Kasmar, Sosok Ketua Gerindra Luwu Utara yang Baru

Penulis: Rizal
Editor: Aswad Syam
Menengok Rivalitas Indah dan Arsyad Kasmar, Sosok Ketua Gerindra Luwu Utara yang Baru
Arsyad Kasmar dan Indah Putri Indriani

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Indah Putri Indriani dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Partai Gerindra, Kabupaten Luwu Utara. 

Penggantinya adalah Arsyad Kasmar. Sekretarisnya Adam Surya Mohpul, dan Bendahara Yamsir. Indah digantikan lewat SK DPP Partai Gerindra tertanggal 6 Maret 2019. SK tersebut diteken langsung Ketum Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani. 

Lalu siapa Arsyad Kasmar? Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan, Idris Manggabarani membeberkannya. Ternyata, Arsyad bukan orang baru di kepengurusan DPC Gerindra Luwu Utara.

Arsyad tercatat pernah menjadi nakhoda Gerindra Luwu Utara di zaman Arifin Junaidi masih menjabat sebagai bupati. Dirinya merupakan ketua DPC Gerindra Luwu Utara yang pertama.

"Dulu memang orang Gerindra. Mantan ketua lama (sebelum Indah)," ungkap Idris saat dikonfirmasi Rakyatku.com melalui sambungan telepon seluler, Jumat (12/4/2019).

Di bawah kepemimpinan Arsyad kala itu, Partai Gerindra Luwu Utara berhasil merebut 6 kursi di DPRD Luwu Utara.

Loading...

Pencapaian fantastis itu menempatkan Gerindra sebagai partai peraih kursi kedua terbanyak setelah Golkar, di DPRD Luwu Utara.

Namun, berdasarkan penelusuran Rakyatku.com melalui jejak digital, pada tahun 2015, Arsyad dipecat karena keputusannya meninggalkan partainya dan memilih untuk mengambil jabatan baru di Partai Golkar kubu Agung Laksono. 

Diketahui, keputusan Arsyad meninggalkan partai besutan Prabowo Subianto tersebut, karena kecewa dengan sikap partainya.

Saat Pilkada Luwu Utara 2015, Arsyad yang ingin maju sebagai salah satu kontestan, gagal karena partai yang ia pimpinnya mendadak mengusung Indah Putri Indriani, yang kala itu berpasangan dengan Muhammad Tahar Rum. Arsyad pun urung maju. 

Sebelumnya, di Pilkada Luwu Utara pada 2010, Arsyad maju berpasangan dengan Ansar. Namun, duet ini gagal memenangkan pertarungan. Kala itu, pasangan itu harus menyerah di tangan pasangan Arifin Junaidi-Indah Putri Indriani.

Loading...
Loading...