Jumat, 12 April 2019 15:54 WITA

Tak Diberi Shockbreaker, 2 Pria Hantamkan Balok ke Remaja, Korban Tewas di RS

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Tak Diberi Shockbreaker, 2 Pria Hantamkan Balok ke Remaja, Korban Tewas di RS
Kassubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan.

RAKYATKU.COM, GOWA - Polres Gowa menangkap 2 orang pelaku penganiayaan anak di bawah umur di Tanggul Sungai Jeneberang, Sabtu (6/4/2019) lalu.

Kedua pelaku tersebut berinisial MA (20), seorang warga Jalan Pelita Taborong, Desa Bontoala, Kecamatan Palangga, Gowa, yang merupakan sebagai pelaku utama dan WK (18) seorang juga seorang warga Jalan Pelita Taborong, Desa Bontoala, Kecamatan Palangga, yang ikut membantu aksi dari pelaku utama tersebut.

Kassubag Humas Polres Gowa, AKP Tambunan mengatakan, korban tersebut diketahui berinisal APD (16) yang juga berdomisili dekat rumah kedua pelaku. Korban meninggal di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Kamis (11/4/2019) sekitar sore hari.

"Kedua pelaku tersebut menganiaya korbannya menggunakan sepotong balok dan sepotong bambu karena korban tidak memberikan  pelaku emosi lantaran tidak diberikan shockbreaker (stang ceper) oleh korban," jelas AKP Tambunan kepada media, Jumat (12/4/2019).

Informasi dari kepolisian, berawal dari kedua pelaku bertemu dengan korban di sebuah bengkel motor di jalan Pelita Taborong. 

Pelaku MA, meminta peralatan motor miliknya yang digunakan korban berupa sambungan Shockbreaker. Namun korban tidak menanggapi dan pergi meninggalkan bengkel tersebut menuju taman bunga.

Kedua pelaku pun mengikuti korban dan terjadi cekcok tentang shockbreaker tersebut yang diminta oleh pelaku. Pasca adu mulut, korban pergi ke tanggul Sungai Jeneberang. Kedua pelaku terus mengikuti korban hingga ke TKP.

Loading...

Pelaku MA kembali bertanya tentang barang yang ia minta tersebut dan kembali terjadi adu mulut. Pelaku MA pun memukul dada korban bagian kanan dan kiri  dan selanjutnya pelaku WK membantu MA menganiaya korban dengan cara memukul kepala korban bagian belakang menggunakan balok yang ia bawa dari taman bunga.

Selanjutnya pelaku MA kembali melakukan penganiayaan dengan cara memukul kaki korban menggunakan potongan bambu, lalu korban terjatuh. Saat korban jatuh terbaring, kedua pelaku pun melarikan diri.

Pada Minggu, (7/4/2019) sekitar pukul 14.00 Wita, kedua pelaku berhasil ditangkap di rumah Kepala Dusun oleh personel Polsek Palangga bersama Tim Anti Bandit.

Pihak kepolisian pun berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Mio hijau, nopol DD 4498 LT milik korban, 1 unit sepeda motor Scoopy warna putih milik pelaku, 1 batang potongan balok ukuran 4 X 6 sentimeter dan panjang sekitar 50 cm, dan 1 batang potongan bambu dengan panjang 34 sentimeter.

Atas perbuatannya tersebut, kedua pelaku dipersangkakan Pasal 80 (3) Jo Pasal 76 c UURI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Loading...
Loading...