Kamis, 11 April 2019 12:39 WITA

Aset Pemprov Sulsel Dikritik Roem, NA: Sabar Pak Ketua

Penulis: Fathul Khair
Editor: Mulyadi Abdillah
Aset Pemprov Sulsel Dikritik Roem, NA: Sabar Pak Ketua
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat memberi kata sambutan dalam Musrenbang Pemprov Sulsel, di Claro Hotel, Kamis (11/4/2019).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem mengeritik aset Pemprov Sulsel yang kurang mendapat perhatian. Roem menyampaikan beberapa aset Pemprov Sulsel yang perlu diperhatikan secepatnya.

Menanggapi kritikan Roem itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan pihaknya akan segera menyelesaikan seluruh permasalahan aset milik Pemprov Sulsel. 

"Mohon sabar pak ketua. Sebelum bapak dilantik sebagai anggota DPD, akan terselesaikan," kata Nurdin dalam sambutannya dalam Musrenbang Pemprov Sulsel, di Claro Hotel, Kamis (11/4/2019).

Nurdin Abdullah menjelaskan, pihaknya sudah banyak melakukan upaya untuk "merapikan" aset milik Pemprov Sulsel. Salah satunya dengan menggandeng Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK. 

"Kita sudah menemukan titik terang, ternyata aset kita luar biasa banyaknya," tambah Nurdin. 

Terkait Stadiom Barombong, Pemprov Sulsel hingga saat ini masih menunggu hasil audit BPKP. Pemprov Sulsel kata dia, tidak mau begitu saja memberikan anggaran tambahan untuk kelanjutan pembangunan Stadion Barombong.

"Kita butuh audit dulu, berapa yang kita butuhkan sampai selesai. Kita takutnya, kita anggarkan tapi belum selesai-selesai," jelasnya. 

Loading...

"Kedua audit fisik. Ini penting, karena ini stadion. Stadion itu kalau sudah menang, itu guncangannya lebih kencang. Kita takut kalau itu tidak terhitung," pungkasnya. 

Sebelumnya Roem menyampaikan kritikannya terhadap aset Pemprov Sulsel, kawasan olahraga Sudiang yang kumuh. Pertama-tama, Roem menyampaikan soal pentingnya perhatian Pemprov Sulsel terhadap aset-asetnya. 

Terutama aset yang tanah. Kata Roem, hampir di seluruh kabupaten/kota di Sulsel, Pemprov punya aset tanah. 

"Saya mau sebutkan beberapa aset yang seingat saya, telah menjadi perjuangan pimpinan daerah dari periode ke periode. Kawasan Sudiang untuk pembinaan pemuda dan olahraga. Tapi sayang, seingat saya pembebasan lahan kurang lebih 100 hektar itu, masih di periode Bapak Amiruddin (mantan Gubernur Sulsel), sekarang menjadi kawasan kumuh. Mohon maaf saya harus mengatakan itu," kata Roem.

"Kita sudah sangat sulit menemukan lahan seluas itu di Kota Makassar," tambah Roem. 

Loading...
Loading...