Kamis, 11 April 2019 11:02 WITA

"Jangan Bunuh Mama Nak," Dibantu Teman, Remaja Ini Gorok Leher Ibunya Usai Dipergoki Mencuri

Editor: Aswad Syam
Mary Helen Dempsey dan putranya yang kemudian jadi pembunuhnya, Matthews Dempsey.

RAKYATKU.COM, SAN ANTONIO - Selasa dini hari, Mary Helen Dempsey (53) terbangun. Dia mendengar ada suara-suara mencurigakan di rumahnya.

Dia terus mengendap-endap menuju sumber suara. Dia lalu menyalakan lampu. Ternyata putranya, Matthew Dempsey, dan temannya, Daniel Saucedo, keduanya berusia 18 tahun, tengah merampok rumahnya.

Kaget melihat ibunya sedang memergokinya, Matthew Dempsey lalu mengambil tongkat baseball, dan memukulkan ke kepala ibunya.

Wanita itu ambruk ke lantai. Tak cukup itu, tanpa perasaan, Dempsey mengambil pisau dapur, lalu menggorok leher sang ibu.

"Jangan bunuh mama nak...ampuni mamak," ujar Helen lemah.

Namun Dempsey tak peduli. Dia tetap menggorok leher ibunya, hingga sang ibu berhenti bernapas.

Kepada polisi, Dempsey saat ditangkap mengaku membunuh ibunya. Itu sebagaimana dilansir dari pernyataan tertulis penangkapan yang diperoleh oleh San Antonio Express-News .

Dempsey memberi tahu para penyelidik, bahwa dia dan Saucedo pergi ke rumah ibunya pada Senin malam atau Selasa pagi dini hari.

Polisi mengatakan, meskipun Dempsey tidak tinggal bersama ibunya, ia dapat memasuki rumah menggunakan kunci.

Dempsey, yang memiliki senjata mengatakan kepada polisi, bahwa dia dan Saucedo mulai mengumpulkan barang-barang yang akan mereka ambil dari rumah.

Segera setelah itu, ibunya datang dan menyalakan lampu.

Dempsey mengatakan kepada polisi, ia segera mulai menyerang ibunya dengan tongkat baseball.

Saucedo kemudian diduga bergabung dalam serangan itu dan juga mulai memukuli Mary Dempsey dengan tongkat yang sama.

Matthew Dempsey kemudian memberi tahu polisi bahwa dia dan Saucedo pergi ke dapur dan mengambil pisau, yang mereka gunakan untuk memotong leher ibunya.

Saucedo menggunakan lakban untuk mengikat Mary Dempsey, dan kemudian menutupinya dengan selimut dari kamarnya, kata Matthew Dempsey kepada polisi.

Dempsey memberi tahu polisi, bahwa dia dan Saucedo mulai memeriksa dompet ibunya. Mereka kemudian memasukkan barang-barang curian ke dalam Honda Accord 2016 milik Mary Dempsey, yang diparkir di luar.

Dempsey mengatakan kepada polisi, bahwa ia dan Saucedo juga menggunakan kartu ATM ibunya yang dicuri untuk menarik uang.

Tubuh Mary Dempsey ditemukan pada Selasa pagi oleh putrinya, Jessica Dempsey.

Loading...

Jessica dihubungi oleh rekan kerja yang peduli di Synergy Federal Credit Union di San Antonio, tempat ibunya bekerja, KSAT-TV melaporkan.

Setelah dia diberitahu bahwa ibunya tidak muncul untuk bekerja, Jessica pergi ke rumah ibunya dan menemukan bahwa pintu tidak terkunci dan mobil ibunya hilang.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia kemudian masuk ke dalam dan melihat sesuatu ditutupi selimut di lantai.

Jessica segera menyadari itu adalah tubuh yang bersimbah darah.

"Ibu...!!!," teriak Jessica saat tahu itu adalah ibunya.

Polisi segera tiba di tempat kejadian dan menyatakan Mary Dempsey mati.

Halaman Facebook Mary Dempsey dipenuhi postingan, di mana dia memanggil "my baby" sambil memajang foto Matthew Dempsey, putranya yang menghabisinya.

Dia menceraikan ayah Matthew Dempsey, Jack Dempsey, pada 2016, menurut catatan pengadilan Kabupaten Bexar.

Matthew Dempsey tinggal bersama pacarnya yang sedang hamil di rumah mobil. Bayi itu akan lahir pada bulan Juli.

Polisi mengatakan, pacar Dempsey mengatakan kepada penyelidik, bahwa dia telah mengakui perannya dalam pembunuhan itu kepada wanita itu.

Pacarnya berkata bahwa Dempsey juga melibatkan Saucedo.

Polisi mengatakan, bahwa Dempsey dan pacarnya ditahan, meskipun tidak jelas tuduhan apa yang bisa dia hadapi.

Dempsey terdaftar dalam program ROTC di sekolah menengah. Dia dan Saucedo dianggap teman dekat dari sekolah yang sama.

Mobil yang dicuri itu telah ditemukan, menurut polisi.

Baik Dempsey dan Saucedo ditahan di Penjara Kabupaten Bexar dengan jaminan $1 juta.

Kedua tersangka menjalani sidang pertama mereka di pengadilan pada hari Rabu. Jika terbukti bersalah, mereka dapat menerima hukuman mati. 

Loading...
Loading...