Kamis, 11 April 2019 08:00 WITA

Peserta Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Diklaim Sejuta Orang, Moeldoko: Dari Hong Kong?

Editor: Abu Asyraf
Peserta Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Diklaim Sejuta Orang, Moeldoko: Dari Hong Kong?
Suasana kampanye Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4/2019). (FOTO: REUTERS)

RAKYATKU.COM - Klaim sejuta orang yang menghadiri kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Minggu (7/4/2019) masih jadi perbincangan. Terutama karena pasangan Jokowi-Ma'ruf akan melakukan kegiatan yang sama, Sabtu (13/4/2019).

Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko tak percaya peserta yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menca[ai satu juta orang.

Sebelumnya, Prabowo menyebut bahwa kampanye tersebut merupakan rapat akbar politik terbesar dalam sejarah Republik Indonesia. Dia melihat ratusan ribu orang berkumpul di kawasan Senayan. Banyak massa yang tidak bisa masuk Stadion Utama karena tempat terbatas.

Dibandingkan peserta konser salam 2 jari Jokowi-JK tahun 2014, kelihatannya massa kampanye Prabowo-Sandi tersebut jauh lebih banyak. Nyaris tidak ada lagi ruang kosong dalam stadion. Sementara massa di luar stadion juga mengular.

"(Satu juta) dari Hong Kong? Satu juta dari mana? Lihat saja videonya dengan baik, 'berapa jumlah kita?' Ada yang nyeletuk satu juta. 'Oh iya, 1 juta?' Bicara satu juta pun sambil tolah-toleh begini," ujar Moeldoko sambil menirukan gaya Prabowo saat kampanye akbar di SUGBK.

Loading...

Meski demikian, Moeldoko tak berani memprediksi jumlah massa Jokowi-Ma'ruf pada kampanye akbar Sabtu nanti. Dia hanya yakin akan lebih banyak. Dia menyebut massa akan memenuhi Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, hingga Jalan MH Thamrin.

Pada hari yang sama, rencananya berlangsung peringatan HUT BUMN. Seluruh BUMN mengerahkan karyawan untuk menghadiri acara di sekitar Monas tersebut tersebut. 

Keraguan Moeldoko dijawab anggota Dewan Pengarah BPN, Fadli Zon. "Artinya yang di dalam dan di luar (GBK). Kita tidak bodoh dong. Kan kita tahu kursinya berapa, kita tahu. Jadi ya jangan salah paham," kata Fadli seperti dikutip dari Detikcom.

"Itu nggak perlu kecerdasan tinggi untuk mencerna itu. Yang dimaksud adalah yang di dalam dan di luar," lanjut dia.
 

Loading...
Loading...