Kamis, 11 April 2019 04:30 WITA

Sandi Tak Hadiri Pengumuman 80 Calon Menteri di Surabaya, Ini Kata Ma'ruf Amin

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Sandi Tak Hadiri Pengumuman 80 Calon Menteri di Surabaya, Ini Kata Ma'ruf Amin
Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin bersama Yusril Ihza Mahendra.

RAKYATKU.COM - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dijadwalkan akan mengumumkan 80 tokoh dan pakar yang selama ini membantunya. Di antara nama-nama itu disebut akan bergabung dalam kabinet jika Prabowo-Sandi menang pilpres.

Cawapres 02 Sandiaga Uno mengatakan, 80 orang itu adalah putra putri terbaik bangsa. Pengumuman dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih karena telah membantu mereka selama Pemilu 2019.

"Pidato kebangsaan ini adalah ini putra-putri terbaik yang sudah berjalan bersama kami selama tujuh bulan ini. Ini bukan pengumuman kabinet. Ini adalah mengucapkan terima kasih kepada mereka dan memberikan suatu penghargaan," kata Sandiaga di FX Sudirman, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Sandi mengatakan, mereka yang akan diumumkan adalah para profesional. Dosok-sosok berintegritas, memiliki rekam jejak yang jelas, dan diharapkan ikut membangun bersama setelah pilpres selesai. 

Terkait kursi kabinet jika menang pilpres, Sandiaga bilang tidak tertutup kemungkinan, tokoh dari pendukung Jokowi-Ma'ruf ikut bergabung. Dia mencontohkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pada Pilpres 2014, Anies adalah pendukung Jokowi-JK yang kini berada di barisan Prabowo-Sandi.

Sebelumnya, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, menyebut 80 calon menteri yang akan diumumkan adalah sosok yang selama ini membantu Prabowo-Sandiaga. Sudirman menyebut Prabowo hanya akan menyebutkan nama-nama dari para tokoh yang diundang dan tidak spesifik bicara soal posisi.

"Tanggal 12 (April 2019) itu akan diundang di Surabaya. Yang selama ini ikut diskusi para pakar, para akademisi. Nanti di Surabaya. Pidato, mereka diundang, Pak Prabowo akan menjelaskan itu," ujar Sudirman Said, Rabu (10/4/2019).

Loading...

Menanggapi rencana pengumuman calon menteri tersebut, cawapres 01, KH Ma'ruf Amin turut berkomentar. Dia merasa aneh. Biasanya, pengumuman menteri baru dilakukan setelah menang. Sekarang, pemungutan suara saja belum dilaksanakan, wacana menteri sudah diapungkan.

"Kalau kita sih menang dulu lah. Kalau tidak menang kan... iya, kita sesuai dengan aturan saja. Menang dulu, kerja dulu, udah menang baru susun menteri. Kan menyusun menteri juga harus pakai negosiasi. Kalau menyusun menteri itu cepat berarti cara menyusunnya bagaimana?" sebut Ma'ruf Amin di Bandara Juanda, Sidoarjo seperti dikutip dari Detikcom.

Menurut Ma'ruf, pembagian menteri harus sesuai dengan kapasitas dan keahlian masing-masing. Butuh diskusi dari berbagai pihak. "Mau tunjuk saja itu bagaimana? Kajiannya harus cukup lama, ini ditempatkan di sini alasannya apa. Apa profesional dia, aspirasi partai, partai mana, siapa yang diberi partai. Kan itu, bukan masalah gampang. Ini main umum-umumkan saja. Kalau kita kan nggak mungkin," urainya.

Sementara itu anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir mengingatkan agar rencana pengumuman calon menteri Prabowo ditinjau ulang. Pasalnya, Prabowo disebut akan malu jika ternyata kalah di Pilpres 2019.

"Apa kata dunia, jika 80 orang nama yang sudah diumumkan tersebut batal mendapatkan jabatan menteri? Malu kan?" ucap Inas.

Loading...
Loading...