Kamis, 11 April 2019 03:30 WITA

"Nasi Menghitam, Air Sumur Kayak Kopi," Warga Jeneponto Keluhkan Abu Batubara dari PLTU

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Warga Kampung Kawaka, Dusun Bungung Labuang, Desa Punnagayya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto mengeluhkan limbah abu batubara PLTU dan PLN.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Warga Kampung Kawaka, Dusun Bungung Labuang, Desa Punnagayya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto mengeluhkan limbah abu batubara PLTU dan PLN.

Mereka yang umumnya petani mengaku tanaman mereka tidak subur akibat limbah abu itu. Bahkan banyak yang mati.

Salah seorang petani rumput laut, Haris (25) mengatakan bahwa rumput laut miliknya mati. Ia menduga penyebabnya limbah abu batubara dari PLTU dan PLN.

"Selama ada proyek ini rumput laut ini rusak. Jadi ini putih-putih, semua mati. Tidak bisa besar lagi karena terpengaruh sama limbah abu batubara PLN karena panasnya itu keluar di laut," kata Haris kepada Rakyatku.com, Rabu (10/4/2019).

Suriani (35), warga lainnya menambahkan, tidak hanya rumput laut yang rusak. Tanaman padi warga juga rusak. Begitu pula jagung dan bawang.

"Saya sudah tiga tahun tinggal di sini, semua warga mengeluh. Saya punya tanah ini tidak pernah saya dapat hasilnya. Ada batangnya tetapi tidak ada isinya, kering," katanya. 

Loading...

Suriani menambahkan, air yang mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari juga sudah tercemar. Nasi yang mereka simpan kalau tidak ditutup juga ikut terpapar debu.

"Kalau tidak ditutupki hitam semua itu, tidak bisami dimakan. Jangankan nasi, air sumur semuanya kayak kopi," kesal Suriani.

Anggota DPRD Jeneponto Zainuddin Bata membenarkan keluhan masyarakat kampung Kawaka. Keluhan itu sudah diterima. Berdasarkan aspirasi masyarakat, bahwa selama adanya PLTU dan PLN itu, diduga menjadi penyebab rusaknya rumput laut dan tanaman warga setempat.

"Keluhannya itu, tidak subur lagi rumput lautnya maupun tanamannya. Bukan saja rumput laut, tetapi tanaman tanaman jagung, padi, bawang merah, dan kacang-kacangan. Maka selama ini memang sangat berkurang pendapatan masyarakat," kata Zainuddin.

Dia meminta perusahaan memperhatikan keluhan warga setempat tersebut. Sebaiknya segera memberikan bantuan dan menemukan solusi atas masalah tersebut. Perusahaan bisa memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Loading...
Loading...