Selasa, 09 April 2019 20:02 WITA

Adnan Pimpin Deklarasi Sombaopu Menuju Kecamatan STBM 

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Abu Asyraf
Adnan Pimpin Deklarasi Sombaopu Menuju Kecamatan STBM 
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bersama Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni memimpin langsung deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Setop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).

RAKYATKU.COM,GOWA - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bersama Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni memimpin langsung deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Setop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).

Acara itu dirangkaikan penandatanganan komitmen Kecamatan Sombaopu menuju Kecamatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada 2020. 

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengapresiasi langkah pemerintah kecamatan yang tujuannya semata-mata untuk menciptakan lingkungan bersih, asri, dan nyaman bagi masyarakatnya. 

"Gerakan STBM ini mesti disambut baik oleh masyarakat. Bahkan kita harapkan ini akan ditiru oleh kecamatan-kecamatan yang ada demi mewujudkan Gowa bersih dan sehat," kata Adnan di sela-sela kunjungan kerja di Lingkungan Bontoba'do, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Sombaopu, Selasa (9/4/2019). 

Menurut bupati termuda di Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini, jika lingkungan dapat diciptakan dengan sejuk, asri, dan bersih, maka akan sangat membantu pemerintah untuk mendapatkan Piala Adipura tahun ini. 

"Kemajuan suatu daerah bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pimpinan daerah saja. Tetapi juga seluruh stakeholders dan masyarakat, dan ini adalah bentuk inovasi yang perlu kita apresiasi," tegas Bupati Adnan. 

Camat Sombaopu, Indra Wahyudi Yusuf mengungkapkan, program menuju kecamatan STBM ini mendapat dukungan penuh dari lapisan masyarakat dan seluruh lurah lingkup Kecamatan Sombaopu. 

Olehnya, dalam penandatanganan deklarasi tersebut seluruh pihak berjanji tidak akan melakukan buang air sembarangan termasuk tidak membiarkan orang lain melakukannya dan menjaga tanggung jawab untuk tidak buang air sembarangan. 

"Kami bersama masyarakat akan siap menjadi contoh bagi siapapun dan menjadi pionir sebagai kecamatan STBM," tegasnya. 

Loading...

Lanjutnya, dalam menerapkan program tersebut, masyarakat diminta untuk memperhatikan lima pilar pendukung. Pertama, jangan buang air besar sembarangan, yang mana masyarakat khususnya di Kecamatan Sombaopu harus memiliki MCK di kediaman masing-masing. Kedua, membiasakan diri mencuci tangan pakai sabun. 

Ketiga, masyarakat juga harus membiasakan diri mengolah air minum sebelum dikonsumsi. 

"Air yang akan diminum itu sebelumnya harus diolah dulu. Misalnya direbus, disaring atau lainnya. Karena air yang tidak diolah mengandung banyak bakteri yang dapat menganggu kesehatan kita," tegasnya. 

Keempat, memisahkan sampah di lingkungan rumah tangga. Kelima, mengolah limbah cair di tingkat rumah tangga. 

Warga Lingkungan Bontobado', Rahena Daeng Siang mengatakan, seluruh rumah yang ada di wilayah ini telah memiliki MCK sehingga tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk buang air besar sembarangan. 

"Iye kita diarahkan sama pak camat untuk jaga keberhasilan lingkungan. Jangan buang air selain di WC. Termasuk mengonsumsi air bersih," katanya. 


 

Tags
Loading...
Loading...