Senin, 08 April 2019 21:15 WITA

"Mereka Tak Solid," Ma'ruf Komentari SBY yang Keberatan dengan Kampanye Prabowo

Editor: Aswad Syam
cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin. (Foto: Lisye Rahayu/Detik)

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Surat keberatan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), atas kampanye akbar pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dikomentari cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin.

Menurut Ma'ruf, kritik SBY itu mencerminkan tidak solidnya tim sukses Prabowo-Sandi dalam mengemas kampanye. 

"Ya berarti ada koreksi itu internal mereka. Artinya, mereka tidak solid dalam mengemas acara yang mestinya acara nasional seperti apa," ujar Ma'ruf di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019) sebagaimana dilansir dari Detik.

Ma'ruf menilai, dalam mengemas suatu acara besar, apalagi kampanye akbar, seharusnya ada sebuah kesepakatan. Jika ada protes setelah acara, menurut Ma'ruf, itu mencerminkan tim sukses Prabowo-Sandi tidak satu pemahaman dalam membuat acara. 

"Kan harusnya berdasarkan kesepakatan. Kalau sampai ada protes, kan berarti ada ketidaksepahaman," kata Ma'ruf. 

Loading...

Sebelumnya, SBY menyoroti soal ketidaklaziman dalam kampanye Prabowo-Sandiaga di GBK, Jakarta, Minggu (7/4) kemarin dalam suratnya. SBY tidak setuju dengan kampanye yang terkesan menggunakan politik identitas. SBY mengaku khawatir, jika kampanye menggunakan keyakinan suatu kelompok, akan menimbulkan permusuhan. 

"Saya pribadi, yang mantan capres dan mantan presiden, terus terang tidak suka jika rakyat Indonesia harus dibelah sebagai 'pro-Pancasila' dan 'pro-Kilafah'. Kalau dalam kampanye ini dibangun polarisasi seperti itu, saya justru khawatir jika bangsa kita nantinya benar-benar terbelah dalam dua kubu yang akan berhadapan dan bermusuhan selamanya. Kita harus belajar dari pengalaman sejarah di seluruh dunia, betapa banyak bangsa dan negara yang mengalami nasib tragis (retak, pecah dan bubar) selamanya. The tragedy of devided nation. Saya pikir masih banyak narasi kampanye yang cerdas dan mendidik. Seperti yang kita lakukan dulu pada pilpres tahun 2004, 2009 dan 2014. Bangsa kita sangat majemuk. Kemajemukan itu di satu sisi berkah, tetapi di sisi lain musibah. Jangan bermain api, terbakar nanti," demikian kutipan surat SBY.

Sekjen PD Hinca Pandjaitan menyebut, surat tersebut bersifat internal dan sudah disampaikan kepada pasangan nomor urut 02 itu.

"Surat yang beredar itu hanya ditujukan internal untuk menyampaikan beberapa hal kepada pasangan calon presiden. Kami pastikan malam itu tidak beredar ke mana-mana," ujar Hinca.

Loading...
Loading...