Senin, 08 April 2019 20:28 WITA

Hasil Ujicoba Panen Padi di Sidrap Capai 11,2 Ton per Hektare

Penulis: Darwis Pantong
Editor: Aswad Syam
Hasil Ujicoba Panen Padi di Sidrap Capai 11,2 Ton per Hektare
Pemerintah Daerah (Pemda) Sidrap bersama PT Advansia Indotani, melakukan panen raya di lokasi persawahan Desa Wanio Timoreng, Kecamatan Pancalautang, Senin (8/4/2019).

RAKYATKU.COM, SIDRAP -- Pemerintah Daerah (Pemda) Sidrap bersama PT Advansia Indotani, melakukan panen raya di lokasi persawahan Desa Wanio Timoreng, Kecamatan Pancalautang, Senin (8/4/2019). 

Hadir dalam cara itu, Koodinator Fungsional Penyuluh Sidrap, Andi Rauf, Kasi Pemerintahan Kecamatan Pancalautang, Adi Zain, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pancalautang, Abdul Latif, dan PPK, Syamsu Alam.

Hadir pula Kepala Desa Wanio Timoreng, Syamsuddin, dan sejumlah petani yang berasal dari berbagai wilayah di Sidrap dan Kabupaten Soppeng.

Dalam hasil ujicoba panen padi dengan menggunakan sejumlah paket Advansia, memiliki hasil ubinan 7 kilogram yang diambil dari 2,5 meter x 2,5 meter, dengan kalkulasi produksi sekitar 11,2 ton per hektare. 

Koodinator Fungsional Penyuluh Sidrap, Andi Rauf mengatakan, demplot ini adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani.

"Artinya, dengan cara membuat lahan percontohan ini diharapkan petani bisa melihat dan membuktikan sendiri terhadap objek yang didemonstrasikan," katanya. 

Dia menambahkan, Pemkab Sidrap mengapresiasi kerja sama Dinas Pertanian Sidrap dan PT Advansia Indotani tersebut, karena dapat mendorong produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi di Sidrap. 

"Diharapkan hasil panen pada tahun 2019 ini lebih banyak. Untuk itu, kami mengimbau agar para petani hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dapat mendukung program pemerintah menuju peningkatan produksi padi ini," ujarnya.

Manager PT Advansia Indotani, Ali Syarif melalui Kepala Perwakilan PT Advansia Sidrap-Soppeng, Munawir mengatakan, dalam konsep pertanian modern saat ini, pihaknya akan selalu mendampingi petani dalam peningkatan produksi pertanian. 

"Advansia memiliki mendukung penuh program pemerintah, khususnya di bidang pertanian. Dalam mendukung itu, kami menyediakan 4 paket pertanian seperti tanaman padi, jagung, hortikultura, dan tanaman kakao dengan total 33 merek produk," terangnya.

Dikatakannya, untuk bisa meningkatkan hasil produksi tanaman padi, petani bisa menggunakan produk Apronil penanganan hama penggerek batang, walang sangit.

Loading...

"Kemudian Amolin sebagai perangsang anakan padi dan malai keluar serempak. Selanjutnya, Amotop pemberat biji gabah agar buah gabah jadi montok," paparnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, PT Advansia juga memiliki teknologi pertanian yakni drone penyemprot hama dan pupuk pertanian yang sudah juga diujicobakan di Kabupaten Sidrap.

Sebelumnya, Bupati Sidrap, Dollah Mando mengaku mengapresiasi atas kehadiran teknologi pertanian terbaru itu. 

"Tentunya harapan kita semua ini bisa mengendalikan hama dan penyakit relatif lebih cepat, serta meningkatkan hasil pertanian," ucapnya. 

Dollah Mando mengatakan, penggunaan drone dalam pertanian merupakan hal yang masih baru di Sulsel bahkan di seluruh Indonesia.

"Kegiatan yang dilaksanakan di Sidrap hari ini, dapat menjadi pelopor penggunaan drone untuk pertanian," ujar Dollah.

Dollah menjelaskan, untuk saat ini petani dapat melakukan penyemprotan drone melalui kerja sama dengan PT Advansia Indotani dan penyemprotan langsung dilakukan oleh PT. Advansia Indotani.

"Kita berharap petani Sidrap dapat memiliki alat drone terutama yang memiliki sawah yang luas," lontar Dollah. 

Ditambahkannya, selain penyemprotan hama, drone pertanian dapat juga digunakan sebagai alat pemupukan, khususnya pupuk cair.

Loading...
Loading...