Senin, 08 April 2019 20:05 WITA

Ritual Ilmu Hitam, Gadis Brasil Ini Bekap Adiknya, Lalu Makan Alat Vitalnya

Editor: Aswad Syam
Ritual Ilmu Hitam, Gadis Brasil Ini Bekap Adiknya, Lalu Makan Alat Vitalnya
Karina

RAKYATKU.COM, BRASIL - Seorang gadis remaja di Brasil mengaku telah menyiksa adik laki-lakinya yang berusia lima tahun sampai mati, sebelum memakan alat kelaminnya yang terpotong.

Polisi sedang menyelidiki kemungkinan, bahwa kejahatan itu terkait dengan ritual ilmu hitam. Pasalnya, mayat itu ditemukan di lantai dikelilingi oleh beberapa lilin.

Maycon Roque yang dimutilasi berat ditemukan oleh ibunya Kamis malam lalu, setelah seorang kerabat masuk ke rumah keluarga itu di Sao Roque, Brasil tenggara.

Kerabat menemukan Karina yang berusia 18 tahun berdiri di samping jasad anak itu.

Detektif mengatakan, mayat korban ditemukan dengan luka aneh. 

Sebagian kepalanya dipenggal, ada luka pisau di pergelangan tangannya, kedua bola matanya telah ditusuk, kakinya telah terbakar.

Karina kemudian diduga mengklaim bahwa dia memotong organ genital adiknya, dan memakannya.

Menurut polisi, ibu Karina pergi berbelanja, meninggalkan putranya dalam penjagaan putrinya. 

Ketika dia kembali beberapa jam kemudian, dia menemukan pintu depan terkunci.

Media lokal melaporkan, Karina menolak membukakan pintu ibunya. Hal itu mendorong wanita yang putus asa itu untuk menjemput saudara iparnya, yang mendobrak pintu. 

Pemandangan mengerikan terlihat, sehingga sang ibu, yang tidak disebutkan namanya oleh polisi, pingsan dan harus digotong oleh tetangga.

Tersangka diduga mencoba melarikan diri ketika pamannya dan kerabat lainnya berusaha menahannya.

Detektif Anderson Góes mengatakan, mereka berusaha mencegahnya berlari tetapi dia tampaknya menjadi sangat agresif dan mulai melemparkan benda-benda.

Loading...

"Pamannya dipukul dan terluka oleh batu dan dia menggigit anjing keluarga yang menyerangnya saat dia ditahan oleh kerabat," jelasnya.

Polisi mengatakan, Karina kemudian mengakui bahwa dia membujuk adiknya ke kamarnya dengan berpura-pura mereka akan bermain, lalu membekapnya dengan bantal.

Pemeriksaan pendahuluan mengindikasikan, bahwa anak itu sudah mati sebelum tubuhnya dilumpuhkan dengan brutal dan bagian-bagian tubuhnya dicopot.

Penyelidik forensik dilaporkan menemukan ponsel yang terbakar, kartu memori, pisau lipat, dan sejumlah kecil ganja di rumah.

"Kami percaya ponsel itu milik tersangka dan sengaja dirusak olehnya, untuk menghancurkan bukti kontak online," jelasnya detektif Goes.

"Kami sedang menyelidiki apakah anak itu terbunuh dalam semacam ritual pemujaan setan. Kami ingin tahu apakah terdakwa memiliki jaringan sosial dengan sekelompok setan atau praktisi ilmu hitam, dan apakah ia didorong atau dihasut oleh seseorang untuk melakukan kejahatan," paparnya.

"Dia juga akan menjalani tes, untuk melihat apakah dia di bawah pengaruh obat-obatan," lanjut Goes.

Telepon dan kartu memori telah dikirim untuk analisis.

Anggota keluarga dilaporkan mengatakan kepada polisi, bahwa remaja itu tidak pernah memberikan masalah sebelumnya. Dia pendiam dan selalu menjaga adiknya.

Tersangka telah didakwa dengan pembunuhan dan percobaan pembunuhan pamannya. Dia ditahan di sel di Penjara Wanita Votorantim di Sao Paulo dan ditempatkan di penjagaan bunuh diri.

Korban dimakamkan pada Jumat pagi. Tidak ada anggota keluarga yang ingin mengomentari kasus tragis itu. 

Loading...
Loading...