Senin, 08 April 2019 14:01 WITA

Gadis SMP Gowa Diperkosa Tiga Remaja, Polisi Sita Mukena dan Pakaian Dalam

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Abu Asyraf
Gadis SMP Gowa Diperkosa Tiga Remaja, Polisi Sita Mukena dan Pakaian Dalam
Polisi memperlihatkan barang bukti kasus pemerkosaan terhadap gadis SMP di Gowa, Senin (18/4/2019).

RAKYATKU.COM,GOWA - Kasihan nasib SV (16). Gadis SMP di Kabupaten Gowa itu dicabul dan diperkosa tiga remaja yang dikenalnya lewat media sosial, Facebook.

Pelakunya masing-masing berinisial MS (16), MR (20), dan MH (17). Mereka menjemput korban di rumahnya lalu membawanya ke sebuah rumah. Korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku dengan diancam pisau dapur.

MS dan MR diketahui bekerja sebagai buruh bangunan. MS warga Karebasse, Kecamatan Bontonompo, Gowa. Sementara MR warga Bonto Mangape, Kecamatan Galesong, Takalar.

Satu pelaku lainnya, MH seorang pelajar, warga Galesong Takalar. Dia tak sempat memperkosa korban, hanya mencabulinya.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan, Senin (8/4/2019) mengatakan, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur, satu unit sepeda motor Scoopy warna putih hijau, mukena warna putih milik korban, celana dalam warna cokelat, baju tidur warna biru, celana pendek warna hitam milik korban, dan BH warna putih milik korban.

Kepada polisi, pelaku MS mengaku sakit hati melihat korban menjalin cinta dengan rekannya. Untuk membalas sakit hati tersebut, pelaku membuat rencana bersama pelaku lainnya dengan cara menjebak korban. Pelaku mengajak korban bertemu lewat Facebook.

Loading...

Ternyata ajakan itu disambut baik korban. Tidak ada pikiran bahwa MS punya niat buruk terhadapnya. "Iya kita ketemuan," balas SV melalui pesan singkat di Facebook.

Setelah melakukan aksinya, pelaku mengantar korban ke rumah tantenya di Dusun Gangga, Kelurahan Tamalayang, Kecamatan Bontonompo, Gowa. 

Dalam kurun waktu enam jam pasca kejadian, yakni pada Jumat (5/4/2019) sekitar pukul 19.30 wita, para pelaku berhasil diamankan. 

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda paling banyak Rp5 miliar. 
 

Loading...
Loading...