Minggu, 07 April 2019 23:47 WITA

Bawaslu Sayangkan Partai yang 'Ogah' Ikutkan Saksinya dalam Pelatihan

Penulis: Rizal
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Bawaslu Sayangkan Partai yang 'Ogah' Ikutkan Saksinya dalam Pelatihan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Disisa kurang lebih 10 hari jelang pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta jajarannya di Sulawesi Selatan masih menggelar pelatihan saksi. 

Pelatihan saksi tersebut digelar di setiap kecamatan yang diprakarsai oleh Bawaslu kabupaten/kota dan panwas tingkat kecamatan.

Namun, Bawaslu Sulsel menyayangkan minat partai politik yang masih rendah kesadarannya untuk mengikutkan saksinya dalam pelatihan tersebut. 

"Hingga hari ini pelaksanaan pelatihan saksi di setiap kecamatan yang dilakukan Bawaslu kabupaten/kota dan panwas kecamatan di Sulsel masih berlangsung. Sayang minat parpol untuk mengikutkan saksi mereka di TPS dalam kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh jajaran Bawaslu kabupaten/kota itu masih sangat rendah," kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, melalui aplikasi pesan, Minggu (7/4/2019).

Saiful mencontohkan pelatihan saksi partai di TPS yang digelar di Kecamatan Baraka dan Curio, Kabupaten Enrekang. Dalam pelatihan yang digelar Sabtu (6/4/2019) kemarin, kata Saiful, sesuai laporan Bawaslu Enrekang hanya diikuti oleh 5 parpol dari 16 parpol peserta Pemilu 2019.

loading...

"Dari 5 parpol yang mendaftarkan saksinya, untuk kecamatan Baraka sejumlah 340 orang dan Kecamatan Curio 196 orang. Tetapi sampai kegiatan selesai, pelatihan saksi di Kecamatan Baraka hanya diikuti 36 orang dan Kecamatan Curio hanya diikuti 30 peserta," bebernya.

Padahal, kata Saiful, kegiatan pelatihan ini sangat penting sebab berisi penjabaran terkait beberapa prosedur dan ketentuan yang mesti dipahami oleh para saksi dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS 

"Ini demi membangun pemahaman yang sama sesuai norma dan regulasi yang ada. Pemahaman saksi parpol di TPS terkait mekanisme dan prosedur Tungsura (Pemungutan dan Penghitungan Surat Suara) perlu sinkron dengan aturan dan regulasi di Pemilu 2019. Misalnya dalam menentukan surat suara yang sah dan yang tidak sah atau batal, tentang prosedur mensinkronkan data surat suara yang ada dan yang digunakan, serta terkait dengan pendampingan pemilih. Itu mesti dipahami para saksi di TPS nanti," tegas Saiful.

"Oleh karena itu, kami sangat menyayangkan partai tidak memanfaatkan agenda kegiatan pelatihan saksi yang dilakukan oleh Bawaslu dengan mendaftarkan saksinya untuk dilatih," pungkasnya.

Tags
Loading...
Loading...