Sabtu, 06 April 2019 16:03 WITA

Tragis! Kabur dari Abu Sayaf, Pria Asal Wakatobi Ini Tewas Tenggelam

Editor: Aswad Syam
Tragis! Kabur dari Abu Sayaf, Pria Asal Wakatobi Ini Tewas Tenggelam
Hariadin diancam penggal oleh Abu Sayaf bersama dua rekannya, Heri Ardiansyah dan Jari Abdullah.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Jumat, 5 April 2019. Petang itu, jarum jam menunjuk pukul 18.00 waktu Filipina. Dua pria sedang berenang sekuat tenaga, untuk mencapai Pulau Bangalao, Provinsi Sulu, Filipina.

Kedua pria itu adalah, Hariadin dan Heri Ardiansyah. Keduanya adalah warga Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Mereka baru saja kabur dari penyanderaan Abu Sayaf di Pulau Simisa, Provinsi Sulu, Filipina.

Namun di tengah laut, antara Pulau Simisa dan Bangalao, Hariadin lemas. Dia kehabisan tenaga. Ombak pun menggulung tubuhnya.

Hariadin tewas. Sedangkan rekannya, Heri Ardiansyah dapat diselamatkan.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal sebagaimana dilansir dari Detik membenarkan. 

"Hariadin meninggal akibat tenggelam di laut setelah terbebas dari penyanderaan," kata Lalu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/4/2019).

Menurut Lalu, kedua pria asal Sultra itu, hendak menghindari terkena serangan angkatan bersenjata Filipina terhadap penyandera sebagaimana dialami WN Malaysia yang terbebas sehari sebelumnya. 

Loading...

Pemerintah Indonesia kata Lalu, sudah menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga almarhum Hariadi. Kementerian Luar Negeri telah berkomunikasi dengan keluarga kedua WNI di Wakatobi, Sulawesi Tenggara dan di Sandakan, Malaysia, guna mengabarkan peristiwa tersebut. 

"Hari ini Heri Ardiansyah dan jenazah Hariadin telah tiba di pangkalan militer Westmincom di Zamboanga City untuk diserahterimakan kepada wakil Pemerintah Indonesia. Selanjutnya Pemerintah Indonesia akan melakulan proses pemulangan ke Indonesia pada kesempatan pertama," tuturnya.

Sejak akhir Februari 2019, Lalu memaparkan, Divisi 11 Angkatan Bersenjata Filipina yang didukung oleh Tim BAIS TNI, malakukan operasi pembebasan sandera dan terus memberikan tekanan kepada para penyandera. Dalam perkembangan terakhir, para penyandera terdesak di Pulau Simisa, Provinsi Sulu, Filipina Selatan.

Heri Ardiansyah dan Hariadin bersama seorang WN Malaysia, Jari Abdullah, diculik di Perairan Kinabatangan, Sandakan, Malaysia pada 5 Desember 2018. Ketiganya diculik oleh kelompok bersenjata di Flipina Selatan saat sedang bekerja di kapal penangkap ikan SN259/4/AF.

Video Heri Ardiansyah dan Hariadin diancam penggal oleh anggota Abu Sayaf, sempat muncul di rekaman video, dan tersebar di beberapa media sosial beberapa waktu lalu.

Sejak tahun 2016, lanjut Lalu, sebanyak 36 WNI disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan. Dari jumlah tersebut, seluruhnya berhasil dibebaskan. Namun 1 orang sandera WNI meninggal dalam proses pembebasan tersebut. 

Loading...
Loading...