Jumat, 05 April 2019 10:50 WITA

Baru Berciuman, Bos dan SPG Rokok Diciduk di Kamar Hotel

Editor: Aswad Syam
Baru Berciuman, Bos dan SPG Rokok Diciduk di Kamar Hotel
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, ACEH - Minggu, 31 Maret 2019. Jarum jam menunjuk pukul 01.00 WIB. Tim Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh, merapatkan jaket.

Di depan kamar 522 sebuah hotel di Peunayong, Banda Aceh, mereka mempertajam pendengaran. Bersiap menanti aba-aba.

Di dalam kamar, RJ (30), seorang team leader penjualan rokok sudah membuka baju. Suara napasnya terdengar memburu. Birahinya sudah di ubun-ubun.

Di depannya, berdiri seorang SPG rokok yang dibawahinya. NR, berkulit putih, berhidung mancung. Usianya baru 23 tahun. Dia masih berpakaian lengkap.

RJ yang sudah dikuasai nafsu menghambur, menghujani gadis itu dengan ciuman. Ketika..."brakk!!!". Pintu didobrak dari luar. Beberapa anggota Satpol PP dan WH menghambur masuk.

RJ dan NR tak berkutik. RJ menunduk, sedang NR menangis, memohon agar tak dibawa.

Petugas meminta surat nikah, dan identitas lainnya. KTP ada. Namun surat keterangan nikah mereka tak punya. Tentu saja, karena keduanya memang bukan pasangan suami istri.

NR adalah wanita asal Bireuen, sedangkan RJ tercatat sebagai warga di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

RJ merupakan team leader atau pimpinan SPG di tempat NR bekerja.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, Hidayat SSos, sebagaimana dilansir dari Tribunnews mengatakan, kedua pelanggar itu sudah ditahan.

Loading...

NR dan RJ ditahan di sel Kantor Satpol PP dan WH Aceh sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut Hidayat, berdasarkan pengakuan SPG dan bosnya itu, keduanya sudah sering melakukan hubungan intim alias bercinta layaknya suami istri.

Selain di hotel tempat mereka diciduk, RJ dan NR juga sudah pernah melakukan hubungan intim yang sama di hotel lain, masih dalam kawasan Banda Aceh.

Ia menerangkan, dalam satu atau dua hari ke depan, pihaknya akan memanggil pihak hotel dan memintai keterangan.

“Setelah kami pastikan keduanya tidak ada ikatan pernikahan yang sah serta tidak dapat menunjukkan surat apapun terkait keberadaan mereka berdua dalam satu kamar, mereka kita bawa turun dari hotel ke kantor untuk dimintai keterangannya,” kata Kasi Penyelidikan dan Penyidikan WH Kota Banda Aceh, Zakwan SHI.

Dari pengakuan RJ dan NR yang diperiksa secara terpisah, keduanya memberikan keterangan yang sama.

Pada saat digerebek tersebut, mereka baru ingin memulai hubungan intim. 

“Tapi, keduanya mengaku sudah pernah melakukan hubungan layaknya suami istri lebih dari satu kali. Hanya saat digerebek keduanya belum sempat melakukan itu (berhubungan badan),” ungkap Zakwan.

NR dan RJ dinyatakan melanggar Qanun Jinayat Pasal 23 khalwat Jo Pasal 25 tentang ikhtilat.

Loading...
Loading...