Jumat, 05 April 2019 09:46 WITA

Usai Bunuh Istri, Marlon Minumkan Shampo agar Terkesan Bunuh Diri

Editor: Aswad Syam
Usai Bunuh Istri, Marlon Minumkan Shampo agar Terkesan Bunuh Diri
Marlon, Ferolin dan putrinya.

RAKYATKU.COM, BITUNG - Marlon memang suami yang kejam. Begitu teganya pria asal Kota Bitung itu menghabisi nyawa istrinya Ferolin Sister Djorebe (36) dan menuangkan shampo ke mulutnya, agar terkesan bunuh diri.

Perlakuan kasar Marlon memang sudah beberapa kali dialami Ferolin. Hingga suatu hari, akhirnya Ferolin tak tahan lagi, dia pun meminta cerai. Itu membuat Marlon geram. Dia lalu mencekik istrinya sampai pingsan.

Dalam kondisi setengah tak sadar, Ferolin diseret ke kamar mandi lalu dicekoki shampo, untuk mengelabui seolah-olah Ferolin tewas bunuh diri.

Ferolin ditemukan tewas di kamar mandi sebuah indekos di Perum Walekesia, Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kota Bitung, Rabu (6/3/2019) lalu.

Awalnya, korban diduga tewas bunuh diri dengan meminum shampo.

Namun, polisi menemukan fakta sang suamilah yang membunuh istrinya.

Kejanggalan yang ditemukan menuntun aparat Polsek Matuari pada bukti suami bunuh istri hingga menetapkan sang suami menjadi tersangka.

Tersangka Marlon mengaku geram karena masalah keluarga yang tak kunjung selesai.

Marlon mengaku naik pitam karena korban mengatakan tak mau lagi hidup bersamanya. Korban ingin cerai.

Kapolsek Matuari Kompol Ferry Manoppo mengatakan, ketika itu cekcok, tersangka mencekik leher korban hingga tak sadarkan diri.

Masukkan Cairan Sampo

Tersangka Marlon, melihat istrinya tak berdaya, tersangka lalu memindahkan tubuh istrinya ke kamar mandi.

Tersangka lalu memasukkan cairan sampo ke mulut korban.

Ia sengaja agar kasus ini terkesan kasus bunuh diri.

Saat itu posisi korban dalam keadaan duduk dan seperti di dekat tangannya ada botol dan pewangi ruangan.

Kapolsek Matuari Kompol Ferry Manoppo mengatakan, setelah mengumpulkan keterangan saksi dan mendapati lebih dari dua alat bukti, polisi akhirnya menetapkan Marlon, sebagai tersangka.

Loading...

"Tim Tarsius Matuari menangkap tersangka Senin (1/4/2019) lalu di sebuah pabrik tempat ia bekerja. Tersangka telah kami tahan dan kasus ini tengah berproses untuk pelimpahan berkas ke kejaksaan," ujar Kapolsek seperti dilansir dari Tribunnews.

Nona Galelabale, keluarga dekat korban mengatakan Ferolin adalah sosok yang kuat.

Sehingga tak mungkin korban memilih jalan bunuh diri karena persoalan keluarga. Keluarga pun merasa ada kejanggalan.

Kecurigaan mereka terbukti setelah polisi menetapkan Marlon sebagai tersangka.

Namun, keluarga korban kaget karena tersangka dikenal sebagai sosok yang baik.

"Setahu saya mereka baik-baik saja. Kalau mereka cekcok saya pikir itu pertengkaran keluarga biasa. Suaminya ini baik sekali," katanya.

Tak hanya tersangka, Korban pun dikenal sosok yang baik. Dia pernah dibantu Ferolin mendapatkan pekerjaan di perusahaan ikan di Bitung.

"Saya dulu dikasi kerjaan di pabrik ikan. Dia sudah lama bilang mau pulang kampung (Tobelo), karena sudah lama tinggal di Bitung. Belum sempat balik, ternyata sudah meninggal," kenangnya.

Nona Galelabale mengungkapkan, dalam pernikahan korban dan tersangka dikarunia dua orang anak.

"Anak mereka ada dua," ujarnya

Selama hidup almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat baik.

Jasad korban pertama kali ditemukan anaknya pada 6 Maret 2019 pukul 14.30 Wita.

Anak korban baru saja pulang sekolah, lalu menggedor pintu karena tak dibukakan. Anaknya curiga karena sang ibu tak menyahut.

Ia memanjat jendela dan masuk ke dalam rumah. Alangkah kagetnya dia ketika melihat ibunya sudah terbujur kaku dalam kamar mandi dalam posisi duduk dan mengeluarkan busa dari mulut.

Anak ini langsung meminta tolong, kemudian tetangga datang ke lokasi.

Loading...
Loading...