Rabu, 03 April 2019 15:16 WITA

Serukan Boikot Pemilu, Egianus Kogeya Tantang Wiranto?

Editor: Aswad Syam
Serukan Boikot Pemilu, Egianus Kogeya Tantang Wiranto?
Egianus Kogeya (kanan), menginstruksikan pasukannya untuk memboikot Pemilu 2019 di Papua pada 17 April mendatang, dengan kekuatan senjata.

RAKYATKU.COM, PAPUA - Bos separatis TPNPB-OPM, Egianus Kogeya, menyatakan dirinya bersama pasukannya yang terdiri dari 6 batalyon, siap memboikot Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia 2019. 

Itu diungkapkan Egianus dalam pernyataan tertulisnya sebagaimana dilansir dari fanpage Facebook TPNPBNews.

Menurut Egianus, warga sipil dari 8 distrik di wilayah itu telah mengungsi total. Delapan distrik itu adalah, Paro, Mapenduma, Gilpid, Darakma, Mam, Yal, Nitkuri dan Yigi.

“Secara otomatis, kabupaten Nduga memboikot Pemilu. Jika ada oknum yang memaksa pelaksanaan Pemilu, maka pasukan saya siap menghadapi," tulis Egianus dalam pesan singkat, (30/3/2019). 

Delapan distrik itu kata dia, sudah kosong, kecuali 3 distrik di wilayah Mbua. Namun dari 3 distrik tersebut, Egianus mengaku telah menerima laporan dari tokoh masyarakat setempat, bahwa mereka menolak Pemilu dan mengancam boikot Pemilu 2019 di 3 distrik tersebut.

“Sesuai keinginan masyarakat. Saya selaku pemegang kendali perang kemerdekaan Papua Barat, siap memboikot Pilpres 2019 sesuai instruksi Pimpinan Komando Nasional TPNPB. KODAP III siap minum kopi bersama TNI POLRI di Ibu Kota Kabupaten Nduga,” tulisnya dalam pernyataan singkatnya.

Masih dalam pernyataan singkat Egianus, menyangkut kekuatan prajuritnya, dia mengaku siap memboikot pemilu dengan senjata. “Saya sudah siapkan enam batalyon standar KODAP III Ndugama, akan bergerak memboikot pilpres. Kami berjuang bukan tujuan pribadi, kami berjuang penentuan nasib sendiri, jika siapa yang bawa turun pemilu di wilayah operasi kami, status apa pun dia, kami tembak,” ancam Egianus.

Loading...

TPNPBNews mengabarkan, ribuan masyarakat Kabupaten Nduga telah mengungsi, ke Wamena, Timika, dan Lanijaya. Pengungsian akibat konflik bersenjata TPNPB dan TNI-POLRI. TNI POLRI masih menduduki wilayah Nduga, dengan ribuan personel militer Indonesia. Indonesia belum ada upaya penjelesaian konflik bersenjata sesuai keinginan TPNPB yang ditawarkan. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Mekopolhukam), Wiranto mengaku akan menerapkan undang-undang ITE bagi pengajak golput. Bahkan, Wiranto menyebut mereka sebagai pengacau.

"Yang mengajak golput itu yang namanya mengacau," ujar Wiranto, saat ditemui di Rakornas Kewaspadaan Nasional Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019) lalu.

Mantan Panglima TNI itu juga meminta seluruh pihak terkait, untuk tetap mewaspadai segala ancaman yang dapat membuat pemilu tidak berjalan lancar.

"Masih ada money politik, masih ada terorisme, radikalisme, kemudian hoaks yang mengajak masyarakat untuk tidak datang ke TPS karena nggak aman dan sebagainya. Kan masih ada itu. Saya terus menerus menyampaikan pesan kepada masyarakat, ayolah dateng ke TPS, aman, aman, aparat keamanan akan menjaga itu," tukas Wiranto.

Loading...
Loading...