Selasa, 02 April 2019 04:29 WITA

Reiwa, Zaman Baru Pangeran Naruhito untuk Jepang

Editor: Adil Patawai Anar
Reiwa, Zaman Baru Pangeran Naruhito untuk Jepang
Pangeran Naruhito.

RAKYATKU.COM - Setelah penantian panjang, rakyat  Jepang akhirnya mengetahui nama zaman baru di negara mereka setelah Kaisar Akihito  menyerahkan takhta Krisantemum ke putranya, Pangeran Naruhito, pada 1 Mei mendatang. 

Reiwa, demikian tulisan di papan putih yang diangkat oleh Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, kompilasi mengumumkan nama zaman baru sebagaimana dimaksud pada Senin (1/4). 

Nama ini tidak berasal dipilih. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengungkap harapan yang tersimpan dalam nama tersebut. 

Menurut Shinzo, diambil demikian oleh Manyoshu, sebuah antologi puisi yang diputar 1.200 tahun yang "menjadi simbol budaya dan tradisi lama bangsa."

"Layaknya bunga indah yang mekar, ini menjadi simbol kedatangan musim semi setelah musim dingin yang pahit. Setiap warga Jepang dapat berharap pada masa depan dan membuat bunga mereka sendiri bersemi," ucap Shinzo dilansir CNN.

Pemerintah memiliki alasan yang khusus memilih Manyoshu menjadi inspirasi nama era baru kreasi tersebut. 

"Manyoshu adalah satu koleksi yang didukung kekayaan budaya bangsa, yang harus kami banggakan, sama seperti alam indah negara ini," tutur Shinzo. 

Secara etimologi, Reiwa sendiri terdiri dari dua huruf kanji. Pertama, "Rei" yang mengandung arti ganda, yaitu "perintah" dan "peruntungan baik." Sementara itu, "wa" biasanya diterjemahkan menjadi "damai" atau "harmoni".

"Dengan pemilihan nama era baru ini, komitmen saya dibatalkan untuk memulai era baru yang akan memenangkan harapan," ucap Shinzo.

loading...

Pengumuman nama era baru kenangkan ini sangat dinanti oleh rakyat Jepang. Di hari pengumuman, para anggota terlihat diundang untuk bersama-sama mendengarkan nama era baru kenangan. 

Rakyat kian penasaran karena proses pemilihan nama ini sangat dirahasiakan. Jadi spesial, pemerintah sampai membuat satu tim berisi sembilan orang, termasuk pemenang Nobel, untuk membuat nama era baru kekaisaran ini. 

Tidak asal terdengar bagus, era era kekaisaran pimpinan Naruhito ini juga harus sesuai dengan karakteristik yang ketat.

Sejak dulu, nama zaman yang disetujui Jepang harus terdiri dari dua huruf kanji, mudah dibaca dan ditulis, juga tak terdengar umum. 

Huruf depan nama era yang disetujui juga tidak boleh sama dengan era sebelumnya, yaitu Hesei, Showa, Taisho, dan Meiji. 

Keempat nama era kekaisaran tersebut diambil dari literatur Cina. Nama zaman kali ini dianggap istimewa karena berakar pada kumpulan puisi literatur Jepang. 

"Interpretasi Abe menggaungkan seruannya agar Jepang bangga akan akar dan tradisinya. Dia ingin Jepang bangga akan negaranya," ujar profesor ilmu politik di Universitas Sophia, Koichi Nakano.

Loading...
Loading...