Minggu, 31 Maret 2019 23:48 WITA

Caleg Muda dan Pemilih Milenial, Pasangan Serasi di Pileg 2019

Penulis: Rizal
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Caleg Muda dan Pemilih Milenial, Pasangan Serasi di Pileg 2019

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jumlah pemilih milenial yang terbilang cukup signifikan di Pemilu 2019 mendatang merupakan fenomena baru. Hal itu diikuti pula dengan munculnya sejumlah calon anggota legislatif (caleg) dari kalangan pemuda yang merepresentasikan diri sebagai perwakilan dari generasi milenial. 

Hal tersebut menjadi perbincangan dalam diskusi yang mengusung tema "Menakar Peluang Caleg Muda di Sulsel" yang dihelat Pedoman Suara Indonesia di Warkop Dottoro, Jalan Boulevard, Makassar, Minggu (31/3/2019).

Hadir tiga pembicara, masing-masing Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, Pengamat Politik Universitas Bosowa, Arif Wicaksono, serta satu perwakilan caleg muda dari Partai NasDem, Muhammad Arham Basmin Mattayang.

Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menjelaskan jika dikalkulasi secara makro, peluang caleg muda sangatlah besar di Pileg 2019 mendatang. Apalagi jika mereka berhasil menggaet pemilih milenial yang ada. Selain itu, kata Firdaus, pengalaman juga menunjukkan bahwa pendatang baru yang didominasi anak muda kadang lebih mendominasi keterpilihan dibandingkan petahana. 

"Kalau kita mau kalkulasi secara makro itu peluangnya besar. Biasanya juga lebih banyak pendatang baru yang dilantik dibandingkan caleg petahana yang bertahan," ungkapnya.

Hanya saja, kata Firdaus, ketokohan pendatang baru memang harus direncanakan dengan baik. "Keuntungan caleg muda adalah kemampuannya mem-branding diri. Modalnya mapping, kita harus tahu wilayah yang harus dijangkau. Ketokohan itu dibangun mulai dari penampilan, dari postur dan style yang meyakinkan," bebernya.

loading...

Lain lagi dengan Pengamat Politik Arif Wicaksono. Aruf menyebut jika peluang caleg muda sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitasnya dalam menggaet pemilih, terutama pemilih milenial yang dianggapnya sebagai 'pasangan serasi' dari para caleg muda.

"Caleg muda itu energik dan mampu berkeliling untuk melakukan sosialisasi. Kuantitas atau jumlah wilayah yang digarap itu sangat berpotensi meningkatkan elektabilitasnya," katanya.

Salah satu perwakilan caleg muda dari Partai NasDem, Arham Basmin Mattayang mengungkapkan jika caleg muda memiliki langkah strategis untuk bersaing secara elektoral. Salah satunya adalah mampu bekerja dua sampai tiga kali lipat dari para caleg senior atau pendahulunya.

"Satu hari saya bisa menyempatkan untuk berkunjung 15 sampai 20 kelurahan. Itu mesti saya lakukan karena teman-teman kompetitor saya rata-rata sudah senior," pungkasnya.
 

Loading...
Loading...