Minggu, 31 Maret 2019 14:15 WITA

Eksekutor Khashoggi Dilatih di Amerika Serikat

Editor: Aswad Syam
Eksekutor Khashoggi Dilatih di Amerika Serikat
Jamal Khashoggi

RAKYATKU.COM, WASHINGTON -- Sebuah laporan terbaru muncul, seputar pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Washington Post tempat Khashoggi mengabdi sebagai kolumnis, terus melakukan investigasi. Sebuah laporan terbaru muncul. Pembunuh Khashoggi, terlebih dahulu melalui pelatihan di Amerika Serikat.

Menurut koran ternama di Amerika Serikat itu, sebagaimana sebuah tulisan oleh David Ignatius, mencakup wawancara puluhan sumber AS dan Saudi yang meminta tak disebutkan namanya, beberapa operasi khusus diterima anggota tim di AS. Pelatihan mungkin dilakukan oleh Tier 1 Group, sebuah perusahaan yang berbasis di Arkansas.

"Intinya adalah, kecuali putra mahkota mengambil kepemilikan atas masalah ini, lalu menerima kesalahan atas tindakan pembunuhan yang dilakukan atas namanya, hubungannya dengan Amerika Serikat tetap akan terputus," tulis Ignatius, dilansir dari laman Aljazirah, Minggu, (31/3/2019).

David menulis, pelatihan itu bagian dari kemitraan intelijen dan pertahanan yang lebih luas antara AS dan Arab Saudi, di bawah lisensi Departemen Luar Negeri. 

Loading...

Proyek Intelijen dikembangkan oleh Culpeper National Security Solutions, dengan bantuan dari beberapa mantan pejabat penting CIA, melibatkan Wakil kepala intelijen Saudi, Ahmed al-Assiri. Ia juga sedang diselidiki atas keterlibatannya dalam pembunuhan Khashoggi.

Grup Tier 1 dan DynCorp dimiliki oleh afiliasi dari Cerberus Capital Management, grup investasi swasta di New York. Perusahaan tidak mengonfirmasi apakah ada dari 17 warga negara Saudi yang dijatuhi sanksi oleh AS, sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi telah dilatih berdasarkan kontrak Tier 1.

Khashoggi merupakan pengkritik Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). Dia tewas dibunuh pada OKtober 2018, di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul. Dia saat itu mengurus dokumen pernikahannya. Namun, ia dibunuh di dalam konsulat oleh tim operasi Saudi, yang disebutkan sebagai pembunuhan berencana. Hingga kini tubuhnya belum ditemukan.

Loading...
Loading...