Rabu, 27 Maret 2019 08:50 WITA

Suriah Protes Keras Dataran Tinggi Golan Diklaim Milik Israel

Editor: Andi Chaerul Fadli
Suriah Protes Keras Dataran Tinggi Golan Diklaim Milik Israel

RAKYATKU.COM - Ribuan pemrotes turun ke jalan-jalan Suriah untuk mengutuk keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menandatangani perintah eksekutif yang membuat klaim. Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu berada di sisi Trump saat ia membuat pernyataan. 

Menurut BBC, Suriah mengatakan pengakuan Trump adalah "serangan terang-terangan terhadap kedaulatannya". Protes dimulai setelah konferensi Trump dan Netanyahu di Washington, kemarin.

Netanyahu terpaksa menghentikan perjalanannya lebih awal setelah roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke bagian ganas Tel Aviv.

Suriah turun ke jalan-jalan di seluruh negeri, dengan Al Jazeera melaporkan banyak yang membawa spanduk bertuliskan 'Golan adalah Suriah' saat mereka berbaris.

“Kami di sini untuk mengutuk keputusan Golan Trump. Golan adalah Arab dan Suriah apakah mereka suka atau tidak," ujar Mohammad Shaaban, seorang pengunjuk rasa di Aleppo.

Israel menduduki Dataran Tinggi Golan pada tahun 1981, sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Loading...

Administrasi AS telah mengikuti garis ini sampai intervensi bersejarah Trump. Kedua negara telah memperdebatkan wilayah itu sejak perang Timur Tengah 1967, di mana Israel mengambil alih tanah itu.

Para ahli percaya sekitar 20.000 orang Israel telah menetap di sana.

Hassan Nasrallah, yang merupakan bagian dari kelompok Libanon yang mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, mengatakan keputusan Trump adalah "titik balik penting dalam sejarah konflik Arab-Israel".

Dia menambahkan bahwa ini "memberikan pukulan KO" untuk perdamaian di wilayah tersebut.

Menurut Channel News Asia, negara-negara Eropa di PBB mengklaim Dataran Tinggi Golan bukan wilayah Israel.

Loading...
Loading...