Selasa, 26 Maret 2019 23:01 WITA

Ini Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pembunuh Zulaiha

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Fathul Khair Akmal
Ini Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pembunuh Zulaiha
Wahyu Jayadi tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Selasa (26/3/2019).

RAKYATKU.COM, GOWA - Pemeriksan kejiwaan dan psikologi terhadap tersangka Wahyu Jayadi (WJ) di Rumah Sakit Bhayangkara pagi tadi, menunjukkan hasil yang baik. Pemeriksaan terhadap WJ tersebut dilakukan oleh Tim Psikiatri Rumah Sakit Bhayangkara dan Biddokkes Polda Sulsel, Selasa (26/3/2019) pukul 10.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita.

Namun, Kepala RS Bhayangkara Makassar, Kombes Pol.Dr.Farid Amansyah Finasim menyampaikan, timnya tidak dapat menjelaskan secara detail terkait hasil pemeriksaan tersangka, karena menyangkut ketentuan rahasia medis seseorang yang kerahasiaannya dijamin undang-undang. Kecuali atas permintaan hakim atau pro justisia dapat disampaikan detailnya. 

"Tersangka dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan runtut serta jelas.Tersangka juga menjawab pertanyaan secara kooperatif. Saat kejadian, emosi tersangka memuncak ketika korban menamparnya, sejurus kemudian tsk mencekik hingga korbannya tewas," ucap Farid Amansyah kepada media.

Pola kegiatan dilakukan dengan metode wawancara psikiatri dan pemeriksaan psikatri di Klinik Psikiatri RS Bhayangkara Makassar. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan, pemeriksaan ini juga adalah bagian dari Scientific Crime Investigation (SCI)

Farid Amansyah selaku Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makasaar menjelaskan, pelaku sempat panik dan mengakui telah melakukan tindakan untuk merekayasa kejadian yang sesungguhnya. Namun akhirnya diakuinya kembali dihadapan tim penyidik Sat Reskrim Polres Gowa.

Wahyu Jayadi yang diketahui adalah seorang yang bergelar Doktor dan berprofesi sebagai Dosen di Universitas Negeri Makassar kini harus malu dan menyesali perbuatannya serta ancaman pasal yang dilayangkan oleh pihak kepolisian kepada dirinya.

Loading...

Dari pantauan Rakyatku.com, tersangka WJ yang tiba di Rumah Sakit Bhayangkara yang dulu dianggap orang yang baik di lingkungannya, kini terpaksa menggunakan pakaian tahanan Polres Gowa warna oranye nomor 04.

Selain menggunakan pakaian tahanan, kedua tangan WJ juga kini diborgol oleh Polres Gowa agar tersangka tidak melakukan perlawanan dengan kepolisian.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Gowa Iptu Muh. Rivai mengatakan, pemeriksaan psikologi tersebut dimaksudkan untuk mendalami kondisi kejiwaan tersangka, yang akan dilakukan oleh ahli dokter psikiatri dari RS Bhayangkara Polda Sulsel.

"Pemeriksaan ke psikiater ini untuk mendalami kondisi kejiwaan pelaku, sekaligus untuk mengetahui lebih jauh motif pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap korban," jelas Iptu Muh. Rivai.

Loading...
Loading...