Kamis, 14 April 2016 19:11 WITA

Internasional

Pasangan Yahudi Diam-diam Menikah di Masjid Al-Aqsa

Editor: Suriawati
Pasangan Yahudi Diam-diam Menikah di Masjid Al-Aqsa
Masjia Al-Aqsa

RAKYATKU.COM - Temple Institute, sebuah organisasi Israel yang bekerja untuk membangun Kuil Ketiga di atas reruntuhan Masjid al-Aqsa, menyatakan bahwa ia diam-diam mengadakan pernikahan Yahudi di tempat suci ini beberapa hari yang lalu.

Koran Ibrani, Yediot Ahranot pada hari Rabu (13/04) mengutip pernyataan Rabbi Chaim Richman, yang mengelola kegiatan internasional lembaga itu, mengatakan bahwa ia menerima permintaan dari pasangan Israel yang memintanya untuk menikahkan mereka di Masjid.

Rabbi mengatakan semua yang terlibat diminta untuk merahasiakan upacara pernikahan ini.

Pemberitaan koran Yediot Ahranot menggambarkan peristiwa ini sebagai "peristiwa yang tidak biasa yang bisa menyalakan kembali kekerasan di tempat suci sensitif dan di tempat lain."

Lembaga Yahudi mengatakan upacara pernikahan di Masjid al-Aqsa adalah "prestasi besar dalam di tengah diskriminasi polisi anti-Yahudi, yang menolak kegiatan Yahudi di tempat suci." Di wilayah ini, polisi Israel setiap minggu menahan dan menangkap aktivis sayap kanan atas dugaan beribadah dengan cara yang melanggar aturan.

loading...

Lembaga ini mengatakan bahwa acara pernikahan itu didokumentasikan dalam bentuk video, tapi beberapa meminta bahwa video tersebut agar tidak dirilis secara penuh. Sebaliknya, lembaga ini memposting foto dari pasangan yang menikah tanpa mengekspos identitas mereka.

"Pernikahan di Masjid al-Aqsa adalah peristiwa unik dalam sejarah, sejak penghancuran Bait Suci 2.000 tahun yang lalu," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan.

Menurut wikipidia, masjid Al-Aqsa secara luas dianggap sebagai tempat suci ketiga oleh umat Islam. Muslim percaya bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha dari tempat ini setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Al-Aqsa dalam peristiwa Isra' Mi'raj.

Setelah gempa bumi tahun 746, masjid ini hancur seluruhnya dan dibangun kembali oleh khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 754, dan dikembangkan lagi oleh penggantinya Al-Mahdi pada tahun 780. Gempa berikutnya menghancurkan sebahagian besar Al-Aqsa pada tahun 1033, namun dua tahun kemudian khalifah Fatimiyyah Ali Azh-Zhahir membangun kembali masjid ini yang masih tetap berdiri hingga kini.

Loading...
Loading...