Selasa, 26 Maret 2019 11:22 WITA

Serangan Roket dari Gaza Tewaskan 7 Orang di Israel

Editor: Andi Chaerul Fadli
Serangan Roket dari Gaza Tewaskan 7 Orang di Israel
FOTO: Ammar Awad / Reuters

RAKYATKU.COM - Sebuah roket yang diduga ditembakkan dari Jalur Gaza menghantam sebuah rumah di Israel tengah pada hari Senin kemarin. Serangan itu melukai tujuh orang dan mendorong Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mempercepat kunjungannya di Washington.

Perkembangan itu mengatur panggung bagi kemungkinan terjadinya kebakaran besar, tak lama sebelum pemilihan Israel yang akan datang.

Serangan roket menghancurkan sebuah rumah tempat tinggal di komunitas Mishmeret, utara kota Kfar Saba, melukai enam anggota keluarga, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (26/3/2019).

Layanan ambulans Israel mengatakan mereka merawat tujuh orang secara keseluruhan, termasuk dua wanita yang terluka sedang. Yang lain, termasuk dua anak dan seorang bayi, mengalami luka ringan.

Suara sirene serangan udara menyentak warga di wilayah Sharon, timur laut Tel Aviv, dari tidur mereka tidak lama setelah jam 5 pagi (03:00 GMT). Suara ledakan yang kuat mengikuti.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan serangan roket itu dilakukan oleh Hamas, menambahkan bahwa tentara akan mengerahkan dua brigade dan unit infantri ke wilayah Gaza selatan. Itu juga disebut cadangan setelah serangan roket.

Loading...

Tidak ada klaim pertanggungjawaban langsung atas insiden Senin. Al Jazeera menjangkau  para  pejabat Hamas di Jalur Gaza tetapi tidak mendapat tanggapan.

Kemudian pada hari Senin, seorang pejabat Hamas membantah kepada kantor berita AFP bahwa gerakan itu berada di belakang serangan itu. 

"Tidak seorang pun dari gerakan perlawanan, termasuk Hamas, yang memiliki minat dalam menembakkan roket dari Jalur Gaza ke arah musuh," kata pejabat itu dengan syarat anonim, membangkitkan kemungkinan bahwa serangan itu mungkin disebabkan oleh "cuaca buruk". 

Dia menambahkan bahwa pesan yang sama telah disampaikan ke Mesir, yang bertindak sebagai penengah antara Israel dan Hamas.

Tags
Loading...
Loading...