Selasa, 26 Maret 2019 06:01 WITA

Dua Jam Zulaiha dan Wahyu di Terios Biru

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Dua Jam Zulaiha dan Wahyu di Terios Biru
Wahyu Jayadi dan Sitti Zulaiha

RAKYATKU.COM, GOWA - Kurang lebih dua jam, Sitti Zulaiha dan Wahyu Jayadi berada di atas Terios biru milik Zulaiha. Apa yang terjadi antara dua insan yang masing-masing sudah punya pasangan itu, selama tiga jam di atas mobil? Berikut ulasan yang dirangkum dari hasil liputan wartawan Rakyatku.com, dari keterangan Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga.

Kamis, 21 Maret 2019. Sekitar pukul 17.00 Wita, Zulaiha dan Wahyu pulang kerja dari Menara Pinisi UNM. Lantas, mereka janjian untuk bertemu, tetapi dengan cara kucing-kucingan.

Mobil Escudo Wahyu kemudian berpapasan dengan mobil Terios biru Zulaiha di depan Telkom di ujung Jl AP Pettarani. Saat berpapasan, Wahyu meminta kantong plastik ke Zulaiha, dia kebelet pipis di atas mobil.

Setelah itu, keduanya beriringan menuju Ruko Permata Sari, Jl Sultan Alauddin. Wahyu kemudian memarkir mobilnya di suatu tempat, lalu naik ke mobil Terios biru korban.

Korban Zulaiha bergeser ke jok kiri depan, sementara pelaku Wahyu duduk di belakang setir. Saat itu sekitar pukul 18.00 Wita.

Mereka kemudian mengambil jalur acak. Dari Jalan Sultan Alauddin Makassar, mereka menjalankan kendaraan hingga depan rumah jabatan bupati Gowa. Lalu ke arah Mawang sampai Bontomarannu, kemudian ke Pattalassang

Kecepatan kendaraan 30-40 kilometer per jam. Mereka berbincang tentang banyak hal.

Pelaku sengaja melintas dengan jalur acak agar dirinya punya waktu banyak untuk berbincang-bincang dengan korban dalam mobil. 

Pada sekitar pukul 19.30 wita, mulai terjadi cekcok. Wahyu menyebut korban mencampuri urusan pribadinya. Dalam percekcokan itu, istri Kepala Cabang Dinas Kehutanan Barru, Sukri itu disebut menampar pipi pelaku.

Loading...

Hal tersebut membuat pelaku naik pitam. Wahyu lalu balik meninju kepala korban. 

Sekitar pukul 20.05 Wita, pelaku menghentikan kendaraan di pelaku yang sudah emosi menghentikan kendaraan di jalan STPP Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Di situ, dia menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Melihat korban meninggal, pelaku panik. Dia lalu mencari akal agar seolah-olah Zulaiha menjadi korban perampokan. Dia dapat ide. Mobil Daihatsu Terios itu diparkir di depan gudang milik perumahan Bumi Zarindah Permai.

Wahyu memasangkan seat belt ke leher korban yang sudah tak bernyawa. Seolah-olah korban dicekik perampok menggunakan seat belt. Pelaku lalu turun dari mobil dalam kondisi sentral lock. Kunci mobil disimpan di jok driver.

Saat hendak meninggalkan mobil, Wahyu baru sadar iPhone X milik korban masih berada di dalam mobil. Pelaku kembali ke TKP dan menuju ke sisi pintu kiri bagian depan korban. 

Karena tidak bisa membuka pintu, pelaku memecahkan kaca mobil untuk mengambil ponsel milik korban. Saat memecahkan kaca mobil, tangan sebelah kanan Wahyu terkena pecahan kaca sehingga terluka. Berdarah.

Ponsel itu lalu dihancurkan dengan batu lalu dibuang. Wahyu menghilangkan jejak komunikasi di ponsel tersebut. Namun, polisi sudah mengantongi data-data percakapan di ponsel korban.

Loading...
Loading...