Selasa, 26 Maret 2019 02:30 WITA

Terancam, KLH Masukkan Danau Matano 15 Prioritas Nasional Penyelamatan

Penulis: Ikram
Editor: Aswad Syam
Terancam, KLH Masukkan Danau Matano 15 Prioritas Nasional Penyelamatan
Sekda Lutim, Bahri Suli (kanan, batik berkacamata), saat menghadiri Rapat Koordinasi Penyelamatan Danau Prioritas Nasional dan Revitalisasi Gerakan Penyelamatan Danau, yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Kantor KLHK, Kebon Nanas jalan DI. Panjaitan, Jakarta, Senin (25/3/2019).

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Danau Matano yang berada di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur termasuk dalam 15 danau prioritas nasional, yang memerlukan langkah penanganan yang segera dan optimal. 

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, teresterial Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Matano dalam kondisi terancam. 

Begitu pula dengan sempadan danau Matano yang saat ini ekosistemnya dalam kondisi terancam.

Hal tersebut terungkap dalam acara Rapat Koordinasi Penyelamatan Danau Prioritas Nasional dan Revitalisasi Gerakan Penyelamatan Danau, yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Kantor KLHK, Kebon Nanas jalan DI. Panjaitan, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, H. Bahri Suli, mewakili Bupati Luwu Timur yang hadir dalam Rakornas tersebut mengatakan, saat ini Pemkab Luwu Timur, sedang membangun koordinasi dan upaya yang melibatkan lintas sektoral untuk menyelamatkan danau Matano dari ancaman kerusakan. 

Salah satunya, dengan membentuk Forum Pemerhati Kompleks Danau Malili.

Loading...

”Forum ini adalah upaya kita untuk menyamakan persepsi dalam penyelamatan danau di Luwu timur,” ungkap Bahri Suli di sela acara.

Danau Matano yang berjenis danau tektonik atau terbentuk akibat aktivitas gempa bumi itu, juga termasuk salah satu danau terdalam dengan kedalaman mencapai 590 meter dan memiliki biota endemik yang beragam.

Selain ancaman fisik seperti penurunan kualitas air dan sedimentasi, danau Matano juga mengalami ancaman biologis atau penurunan keanekaragaman hayati seperti kehadiran jenis biota atau ikan, yang datang dari luar dan mengancam keberadaan biota endemik yang ada di danau Matano.

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, H. Bahri Suli, yang hadir didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andi Tabacina Akhmad, Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan, Zainuddin, serta Kepala Bapelitbangda, Abrinsyah, akan mengikuti Rakornas tersebut hingga Selasa, 26 Maret 2019, yang mengagendakan penandatanganan kesepahaman bersama dalam upaya menyelamatkan ekosistem danau-danau yang ada di Indonesia.

Loading...
Loading...