Selasa, 26 Maret 2019 01:30 WITA

Begini Proses Pembuatan Songkok Guru di Takalar

Penulis: Ahmad Amiruddin
Editor: Aswad Syam
Begini Proses Pembuatan Songkok Guru di Takalar
Haslinda Dg Sakking, sedang menganyam songkok guru khas Takalar. (Foto: Ahmad Amiruddin/Rakyatku.com)

RAKYATKU.COM, TAKALAR - Haslinda Daeng Sakking (54), Warga Dusun Pattingalloang Utara, Desa Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan, salah satu pengrajin songkok biring bulaeng (Songkok bersulam emas) atau songkok guru khas Takalar, yang turun temurun.

Perempuan ini telah mulai menyulam sejak tahun 1975. Dg Sakking menjelaskan, bagaimana proses pembuatan songkok guru. Mulai dari pengolahan bahan dasar hingga penganyaman pola benang berwarna emas.

Bahan baku pembuatan songkok guru adalah serat batang daun lontar. Ini yang membedakan songkok guru khas Takalar dengan Songkok Recca khas Bone yang memakai serat daun lontar.

"Saya harus jelaskan lebih dulu perbedaan antara pelepah (daun lontar) dengan peleppi (batang daun lontar). Pelepah itu daun lontarnya. Peleppi itu batang daun lontar yang tersambung dengan batang utama. Ini yang membedakan bahan pembuatan songkok guru khas Takalar dengan Songkok Recca khas Bone," katanya.

"Yang kami beli itu peleppi bukan pelepah. Pengumpul peleppi biasanya membawa langsung ke sini. Selain pengumpul dari Takalar ada juga yang dari Jeneponto dan Gowa. Seikat peleppi seharga Rp50.000. Satu ikat peleppi bisa kami olah menjadi puluhan ikat serat daun lontar," tambah Dg Sakking.

Pengolahannya, peleppi direndam satu sampai dua bulan. Setelah lembek baru ditumbuk. Setelah ditumbuk direndam lagi setengah bulan.

Peleppi diperas hingga airnya keluar. Kemudian disisir sampai bersih lalu direndam lagi dengan air beras. Serat yang direndam dipantau terus hingga berwarna putih. Setelah putih dicuci bersih lalu dijemur dari pukul delapan hingga malam.

Peleppi direbus bersama zat pewarna bernama kasumba. 

"Saya tidak memakai cara lama. Dulu untuk menghitamkan serat peleppi, leluhur saya merendam serat peleppi di lumpur sawah," tambahnya.

Loading...

Tahapan pembuatan menurut Haslinda, ada empat tahapan. Tahapan pertama adalah pembuatan simpul (lisu). Tahapan kedua adalah penganyaman bentuk dasar dengan cetakan.

Tahapan ketiga adalah sulam benang berwarna emas di dekat simpul (lisu). Tahapan keempat adalah pembentukan pola benang berwarna emas mengelilingi lingkaran songkok.

Menurut Dg Sakking, tahap keempat yakni penyulaman benang berwarna emas yang tersulit.

"Tahap sulam benang berwarna emas yang paling menyita waktu. Ini harus detil dan butuh ketelitian. Tidak semua pengerajin terampil di tahap ini," ucapnya.

"Macam-macam polanya (bunganya). Galesong punya ciri sendiri. Bone punya ciri sendiri. Pengrajin Bone akan kesulitan meniru pola pengrajin Takalar, begitupula sebaliknya," ujarnya.

Satu songkok guru dengan pola sulaman rumit bisa selesai sebulan sampai dua bulan. Semakin rumit pola benang berwarna emasnya, semakin lama pengerjaannya.

"Lama tidaknya waktu pembuatan songkok guru itu tergantung kerumitan pola sulaman benang berwarna emasnya," tutup Dg Sakking.

Loading...
Loading...