Selasa, 26 Maret 2019 00:49 WITA

Upaya Wahyu Jayadi Tutupi Pembunuhan, dari Alibi Perampokan hingga Melayat Korban

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Upaya Wahyu Jayadi Tutupi Pembunuhan, dari Alibi Perampokan hingga Melayat Korban
Wahyu Jayadi dan Sitti Zulaiha

RAKYATKU.COM, GOWA - Wahyu Jayadi telah melakukan berbagai upaya untuk menutupi pembunuhan yang dia lakukan.

Bahkan saat polisi membongkar kejahatannya, dia masih sempat bungkam selama 10 jam, sebelum kemudian mengaku.

Kamis malam, 21 Maret 2019. Wahyu Jayadi sangat jengkel. Dia lalu mencekik leher Sitti Zulaiha hingga tulang leher korban patah. Untuk menutupi bekas cekikannya, dia melilitkan sabuk pengaman di leher korban.

Upaya lainnya, adalah memecahkan kaca mobil Terios biru korban dengan batu. Selain untuk mengambil ponsel iPhone X milik korban yang berisi rahasia percakapannya dengan korban, modus memecahkan kaca mobil juga untuk membuat alibi perampokan.

Kemudian, Wahyu Jayadi menghancurkan ponsel iPhone X milik korban dengan batu. Tujuannya agar polisi tidak menemukan jejak digital percakapan pelaku dengan korban. Namun, polisi telah menyalin data-data percakapan itu langsung dari server.

Wahyu Jayadi masih muncul di kantor pada Jumat pagi, 22 Maret 2019. Pada saat mendengar penemuan mayat korban, Wahyu Jayadi sempat menelepon suami korban mengatakan bahwa dirinya berbela sungkawa, dan ikut melayat jenazah korban di RS Bhayangkara.

Loading...

Namun, polisi lebih lihai. Wahyu Jayadi diciduk saat melayat di RS Bhayangkara. Dia tak berkutik saat polisi memperlihatkan bukti-bukti.

Barang bukti yang diamankan polisi, sebuah batu, sebuah kunci kontak mobil Daihatsu Terios, sebuah kerudung warna hijau, sebuah cincin.

Sebuah jam tangan, sebuah smartphone iPhone X milik korban, sebuah handphone merek Samsung milik pelaku, sebuah smartphone Xiaomi milik pelaku, selembar kemeja warna hijau dikenakan pelaku, selembar celana warna hitam dikenakan pelaku, uang tunai Rp 440 ribu.

Sampel darah korban, tisu bekas, dan pakaian korban. Juga ada kantong plastik berisi urine dan tisu berbau pesing.

Loading...
Loading...