Senin, 25 Maret 2019 11:10 WITA

Tinggalkan Kunci dalam Mobil, Lupa Ambil HP, Dosen UNM Ini Terpaksa Pecahkan Kaca

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Abu Asyraf
Tinggalkan Kunci dalam Mobil, Lupa Ambil HP, Dosen UNM Ini Terpaksa Pecahkan Kaca
Polisi menunjuk luka bekas pecahan kaca di tangan Wahyu Jayadi.

RAKYATKU.COM - Dalam kondisi panik, skenario Dr Wahyu Jayadi untuk menghilangkan jejak dalam pembunuhan Zulaiha tidak berjalan mulus. Makanya, polisi tidak butuh waktu lama untuk menemukan pelakunya.

Skenario untuk membangun kesan bahwa Sitti Zulaiha seolah-olah menjadi korban perampokan gagal total. Tidak masuk akal. Ada beberapa alasannya.

Pertama, Zulaiha tewas dalam posisi duduk di kursi penumpang bagian depan. Padahal, mobil Daihatsu Terios warna biru itu milik Zulaiha. Lehernya tampak tercekik seat belt atau sabuk pengaman. Kecurigaan langsung muncul, siapa yang mengemudikan mobil?

Kedua, perhiasan milik korban masih utuh. Jam tangan dan gelang masih melingkar di lengannya. 

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, pelaku Wahyu Jayadi memang panik saat mengetahui korban meninggal dunia. Dia tak menyangka emosinya yang meluap hingga memukuli korban berakhir kematian.

Melihat korban meninggal, pelaku panik. Dia lalu mencari akal agar seolah-olah Zulaiha menjadi korban perampokan. Dia dapat ide. Mobil Daihatsu Terios itu diparkir di depan gudang milik perumahan Bumi Zarindah Permai.

Loading...

Wahyu memasangkan seat belt ke leher korban yang sudah tak bernyawa. Seolah-olah korban dicekik perampok menggunakan seat belt. Pelaku lalu turun dari mobil dalam kondisi sentral lock. Kunci mobil disimpan di jok driver.

Saat hendak meninggalkan mobil, Wahyu baru sadar iPhone X milik korban masih berada di dalam mobil. Pelaku kembali ke TKP dan menuju ke sisi pintu kiri bagian depan korban. 

Karena tidak bisa membuka pintu, pelaku memecahkan kaca mobil untuk mengambil ponsel milik korban. Saat memecahkan kaca mobil, tangan sebelah kanan Wahyu terkena pecahan kaca sehingga terluka. Berdarah.

Ponsel itu lalu dihancurkan dengan batu lalu dibuang. Wahyu menghilangkan jejak komunikasi di ponsel tersebut. 

"Saya takut jejak komunikasi saya di handphone tersebut ditemukan," katanya. 

Loading...
Loading...