Minggu, 24 Maret 2019 17:08 WITA

Kapolri Larang Anggotanya Pose Dua Jari

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kapolri Larang Anggotanya Pose Dua Jari
Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. Ist

RAKYATKU.COM - Kapolri, Jenderal Tito Karnavian kembali menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menjaga netralitas di Pemilihan Umum (Pemilu).

Hal tersebut tertuang dalam Surat Telegram bernomor KS/DEN C-04/III/2019/Divpropam yang ditujukan kepada seluruh Kapolda di Indonesia.

"Ada beberapa TR yang sifatnya mengingatkan agar seluruh anggota Polri menjaga netralitas dalam kontestasi Pemilu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

Kapolri, kata Dedi, selalu memberikan arahan kepada seluruh anggotanya untuk terus menjaga netralitas dalam setiap tahapan pemilu. Apalagi, saat ini sudah memasuki kampanye terbuka.

"Serta tahapan-tahapan lainnya bersama seluruh komponen mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan sejuk," bebernya dikutip Okezone, Sabtu (24/3/2019).

Loading...

Dalam surat telegram itu, beberapa poin instruksi Kapolri kepada jajarannya adalah, mempedomani netralitas dalam setiap tahapan Pemilu, dilarang menggunakan, memasang atau menyuruh orang lain untuk memasang atribut Pemilu.

Kemudian, dilarang untuk foto bareng atau Selfie bersama dengan para calon serta tidak diperbolehkan untuk bergaya dua jari atau V lantaran berpotensi untuk dituding berpihak ke salah satu paslon.

Lalu, anggota Polri dilarang untuk mengisi kegiatan seminar sebagai pembicara kampanye, deklarasi dan pertemuan politik. Kecuali, dalam rangka bertugas menjaga keamanan.

Loading...
Loading...