Minggu, 24 Maret 2019 12:28 WITA

Gadis 11 Tahun Ini Baru Sadar Diperkosa Kakeknya Saat Belajar Pendidikan Seks

Editor: Aswad Syam
Gadis 11 Tahun Ini Baru Sadar Diperkosa Kakeknya Saat Belajar Pendidikan Seks
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Perkosaan adalah masalah serius di masyarakat, dan sungguh menyedihkan melihat kasus-kasus seperti itu masih menjadi berita utama, meskipun para pelaku mengetahui konsekuensi dari tindakan tersebut.

Lebih buruk lagi, jika pelanggar adalah mereka yang dianggap bertanggung jawab dalam melindungi korban. 

Dalam sebuah kasus baru-baru ini, seorang murid kelas 5 SD, secara mengejutkan tidak pernah menyadari kesalahan kakeknya yang telah memperkosanya. 

Dia baru tahu setelah dia mengikuti kelas pendidikan seks di sekolahnya di Kota Kinabalu.

Dilaporkan oleh The Star, bocah berusia 11 tahun telah diperkosa oleh kakeknya sendiri selama lebih dari setahun. 

Dia tidak pernah memberi tahu siapa pun tentang itu, karena dia tidak tahu itu salah. 

Setelah menceritakan insiden itu kepada gurunya, sebuah laporan polisi diajukan yang menyebabkan penangkapan berikutnya terhadap kakeknya yang berusia 50 tahun. 

Loading...

Pada hari Kamis, keadilan diberikan saat Pengadilan Negeri di Kota Kinabalu, menjatuhkan hukuman 27 tahun penjara. 

Presiden Kelompok Sumberdaya Aksi Wanita Sabah (SAWO) Winnie Yee mengatakan, insiden itu membuktikan betapa pentingnya pendidikan seksual harus dilaksanakan di semua sekolah. 

"Kami sekarang sedang berupaya agar Departemen Pendidikan negara bagian memperluas pendidikan seks ke semua sekolah di Sabah," ujarnya.

Setiap sekolah kata dia, harus memiliki seseorang yang dapat menangani dan berbicara tentang masalah ini. 

Memperhatikan bahwa ada peningkatan dalam seks remaja di Malaysia, Winnie mengutip sebuah laporan yang diterbitkan oleh UNICEF yang menyatakan bahwa "beberapa orang muda (di Malaysia) bereksperimen dengan narkoba dan melakukan hubungan seks tanpa kondom." 

“Ini meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan serta tertular HIV, hepatitis, dan penyakit menular seksual lainnya,” pungkasnya.

Loading...
Loading...