Minggu, 24 Maret 2019 10:26 WITA

Di RS Bhayangkara Polisi Tanya Luka, Wahyu Jayadi Gelisah

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Di RS Bhayangkara Polisi Tanya Luka, Wahyu Jayadi Gelisah
Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga (kanan), didampingi dr Deni Matius (kiri) saat menjelaskan penetapan tersangka Wahyu Jayadi, Minggu (24/3/2019).

RAKYATKU.COM, GOWA - Jumat malam, 22 Maret 2019. Polres Gowa menerjunkan tim penyidik berpakaian sipil di sekitar kerabat korban Sitti Zulaiha yang berkumpul di RS Bhayangkara, menunggu hasil autopsi korban.

Saat itu, tim penyidik mendapati seorang pria di antara kerabat, tampak gelisah. Penyidik mengamati, ada luka di tangannya. Pria itu adalah Wahyu Jayadi.

Penyidik mendekati pria itu, dan menanyakan luka di tangannya.

"Ini luka kapan pak," tanya penyidik.

Wahyu Jayadi saat itu mulai panik saat didekati dan ditanya lukanya. Dia mulai punya firasat, dirinya dicurigai.

"Luka empat hari lalu pak," ujarnya makin gelisah.

Melihat itu, penyidik kemudian memintanya ikut. Luka itu kemudian diuji secara Scientific Crime Investigation (SCI). Hasilnya, dokpol mengetahui kalau luka itu masih baru dan masih perdangan.

Saat itulah, Wahyu Jayadi tak berkutik. Dia pun mengakui perbuatannya, telah menghabisi nyawa Sitti Zulaiha.

Loading...

Namun pengakuan tidak cukup. Polisi merampungkan SCI untuk menguatkan pembuktian. Hasilnya, Minggu dini hari, 24 Maret 2019, Wahyu Jayadi ditetapkan sebagai tersangka.

Wahyu Jayadi sendiri, hadir di antara kerabat Zulaiha, untuk mengaburkan kecurigaan kerabat korban kepada dirinya. Dia malah sempat menelepon suami korban, Sukri, menyatakan rasa bela sungkawa.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, kecermatan Sat Reskrim Polres Gowa, yang dibantu Dokter Polisi (Dokpol), terdapat luka tangan Wahyu Jayadi yang kemudian didalami dan menimbulkan kegelisahan.

"Kita ingin pastikan bahwa luka tersebut luka lama atau baru meskipun WJ (Wahyu Jayadi) mengatakan bahwa itu adalah luka 4 hari yang lalu tapi dengan SCI, rekan Dokpol mengatakan luka tersebut masih baru dan masih peradangan. Luka inilah yang diidentik dengan munculnya darah pada sisi kanan pintu driver," jelas Shinto usai gelar perkara penetapan tersangka di Mapolres Gowa, Minggu (24/3/2019) dini hari.

Menurutnya, SCI itulah yang membuat pihak Sat Reskrim Polres Gowa tidak membutuhkan pengakuan dari Wahyu Jayadi yang telah menghabisi nyawa korbannya karena sudah terikat dengan bukti ilmiah dan sesuai SOP.

Pendekatan SCI tidak membutuhkan pengakuan dari tersangka, karena bukti-bukti ilmiah yang sudah dikumpulkan tim telah dapat ditampilkan secara meyakinkan kepada penyidik. 

Penyebab secara pasti dan waktu kematian korban secara pasti masih menunggu hasil autopsi dari tim Kedokteran Forensik Polda Sulsel. Namun luka serius yang dialami korban, terdapat pada bagian kepala belakang yang mengalami trauma akibat benturan benda tumpul dan pada bagian leher bekas cekikan.

Loading...
Loading...