Minggu, 24 Maret 2019 09:54 WITA

Darah di Karpet Mobil dan Sidik Jari Tertimpa-timpa

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Darah di Karpet Mobil dan Sidik Jari Tertimpa-timpa
Tersangka pembunuh Wahyu Jayadi (kiri) dan korban Sitti Zulaiha (kanan).

RAKYATKU.COM, GOWA - Sebelum menetapkan tersangka, Polres Gowa sebenarnya sudah mendapat pengakuan dari Wahyu Jayadi, bahwa dia yang membunuh Sitti Zulaiha pada malam Jumat, 22 Maret 2019.

Namun, pengakuan tak cukup bagi polisi untuk menetapkan tersangka. Harus ada bukti scientific yang bisa menguatkan pengakuan tersebut.

Polisi pun menderek mobil Terios biru korban ke Mapolres Gowa. Di situ, tim Inafis terus mencari alat bukti, sementara dokpol melakukan autopsi. Hasilnya identik dengan pengakuan Wahyu Jayadi. Kepala UPT UNM yang bergelar doktor itu pun ditetapkan sebagai tersangka, dinihari tadi.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, penetapan tersangka terhadap terduga pelaku mesti dilakukan sesuai Scientific Crime Investigation (SCI).

"Oleh karena itu, meski WJ sudah mengakui perbuatannya, tetap statusnya belum bisa ditetapkan tersangka," ujar Shinto.

Menurut Shinto, setelah olah TKP, ditemukan barang bukti, salah satunya darah yang berada di karpet mobil dan sebuah botol minuman. 

"Dan juga dilakukan penguapan, dan menemukan beberapa sidik jari yang agak tipis dan tertimpa-timpa," terang AKBP Shinto.

Loading...

Sebelumnya, berdasarkan Wahyu Jayadi telah mengakui perbuatannya, menghabisi nyawa rekan kerjanya itu karena terlalu jauh mencampuri urusan pribadinya dan keluarganya.

Keduanya telah bertengkar pada Kamis, 21 Maret 2019, setelah meninggalkan gedung Menara Phinisi, UNM. Korban bekerja di lantai 4 Menara Phinisi sebagai staf BAU UNM, sedangkan pelaku berkantor di lantai 3 Menara Phinisi, sebagai Kepala UPT KKN.

Korban dan pelaku juga tetangga di Perumahan Sabrina Regency, Gowa, sehingga sering barengan pulang. Saat itu, pelaku nebeng di mobil korban. Dia menyetir mobil Terios biru korban.

Diduga pertengkaran berlangsung sengit di dalam mobil, sehingga pelaku kemudian nekat menghabisi korban dengan memukulnya pada bagian wajah. Korban sempat mencakar pelaku, sehingga kulit pelaku lecet dan sebagian tertinggal di kuku korban. Ini kemudian yang jadi petunjuk kepolisian untuk membekuk Wahyu Jayadi.

Pelaku kemudian mencekik korban dengan menggunakan sabuk pengaman. Usai memastikan korbannya tewas, pelaku lalu memecahkan kaca mobil, seolah-olah itu adalah perampokan. Dia lalu melucuti barang-barang korban.

Saat mayat korban ditemukan, pelaku pura-pura menghubungi suami korban, Sukri, menyatakan bela sungkawa. Pelaku juga berbaur dengan kerabat korban saat autopsi di RS Bhayangkara, tempat pelaku kemudian diciduk.

Loading...
Loading...