Minggu, 24 Maret 2019 08:14 WITA

Jejak Darah di Pintu Driver Giring Polisi ke Wahyu Jayadi

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Jejak Darah di Pintu Driver Giring Polisi ke Wahyu Jayadi
Dokter kepolisian, dr Deni Matius saat memberikan keterangan kepada awak media seputar penyebab tewasnya Sitti Zulaiha.

RAKYATKU.COM, GOWA - Minggu, 24 Maret 2019. Jarum jam menunjuk ke pukul 00.30 Wita, ketika Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga dan jajarannya merampungkan penyelidikan kasus pembunuhan terhadap korban Sitti Zulaiha (40), staf BAU UNM.

Hasilnya, Wahyu Jayadi ditetapkan sebagai tersangka. Itu setelah bukti scientific indentik dengan pengakuan Wahyu sebagai pelaku pembunuhan terhadap Sitti Zulaiha pada Jumat, 22 Maret 2019.

AKBP Shinto dinihari tadi mengatakan, saat Dokpol sedang berada di TKP, sudah sangat meyakinkan terdapat jejak darah pada pintu kanan posisi driver. 

Jejak darah tersebut yang menghantarkan tim penyidik pada informasi akurat, bahwa pelaku dalam keadaan terluka. 

Dokter Kepolisian (Dokpol), dr. Deni Matius mengatakan, ketika menjelaskan penyebab kematian korban, kita harus menunjung tinggi scientific. 
"Jadi autopsi itu tidak berhenti pada kamar jenazah saja, karena akan dilanjutkan dengan pemeriksaan di laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban," tambahnya.

"Kalau teman-teman lihat ada penekanan di leher, tapi ada juga faktor-faktor yang lain. Saya rasa luka yang paling berkontribusi adalah di sekitar leher dan luka di bagian kepala akibat tumpul. Nanti kita buktikan melalui proses laboratorium," tutur Deni Matius.

Loading...

Deni Matius menambahkan, untuk istilah cekikan, penggantungan, penjeratan kepada korban merupakan ranah tim penyidik. Namun dipastikan, terdapat penekanan benda tumpul di leher yang cukup kuat.

Sedangkan luka untuk pelaku sendiri terdapat beberapa luka irisan, lecet, goresan, yang ditemukan di sekitar lengan sebelah kiri lelaki tersangka Wahyu Jayadi tersebut.

"Jadi korban ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita lalu kita autopsi pukul 17.00 Wita jadi ini yang masih kita dalami," tutup Deni.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak Polres Gowa belum menyampaikan motif sebenarnya terkait kasus pembunuhan tragis tersebut. Pihaknya masih fokus pada peningkatan status Wahyu Jayadi dari saksi menjadi tersangka.

Sebelumnya diberitakan, Sitti Zulaiha, ditemukan tak bernyawa di atas mobil Terios biru di kawasan Pattalassang, Gowa sekitar pukul 08.00 Wita pada Jumat, 22 Maret 2019. Rekan kerja, sekaligus tetangga korban, Wahyu Jayadi, akhirnya diciduk aparat kepolisian di RS Bhayangkara, saat yang bersangkutan berbaur dengan kerabat korban sedang melihat jenazah korban. Bahkan, tersangka sempat menelepon suami korban, Sukri, menyatakan bela sungkawa.

Loading...
Loading...