Sabtu, 23 Maret 2019 18:59 WITA

PGRI Lutim Kerja Sama CDN Gelar Seminar Pendidikan Karakter

Editor: Abu Asyraf
PGRI Lutim Kerja Sama CDN Gelar Seminar Pendidikan Karakter
Prof Hamdan Juhannis menyerahkan buku kepada Bupati Lutim Thorig Husler.

RAKYATKU.COM - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Timur bekerja sama dengan Character Development Network (CDN) menggelar seminar dan workshop pendidikan karakter, Sabtu (23/03/2019).

Workshop bertema "Membangun Tradisi Pendidikan Menuju Keunggulan Karakter" itu digelar di aula Dinas Pendidikan, Kecamatan Malili.

Seminar ini juga dirangkai dengan bedah buku autobiografi motivasi "Melawan Takdir" yang ditulis Prof Hamdan Juhannis. Buku ini berisi kisah guru besar UIN Alauddin itu yang berasal dari desa terpencil, yatim, ibu buta huruf, dan sangat miskin namun mampu menyelesaikan S2 dan S3 di luar negeri bahkan menjadi profesor termuda.

Prof Hamdan Juhannis yang merupakan guru besar Ilmu Sosiologi dan wakil rektor bidang kerja sama dan pengembangan lembaga UIN Alauddin Makassar hadir langsung sebagai narasumber dalam acara ini.

PGRI Lutim Kerja Sama CDN Gelar Seminar Pendidikan Karakter

Ketua PGRI Luwu Timur, Nursalam mengatakan, karakter merupakan bagian integral yang harus dibangun agar generasi muda memiliki sikap dan pola pikir yang berlandaskan moral yang kokoh dan benar. 

Dalam pengembangan pendidikan karakter dibutuhkan kompetensi yang mencakup komponen kecerdasan, keilmuan, produktivitas, serta akhlak yang baik.

"Jangan sampai siswa pintar dan cerdas dalam kelas, namun perilakunya beringas," kata Nursalam.

Karakter adalah cara orang untuk berpikir, merasakan dan berperilaku. Adapun nilai untuk membangun karakter antara lain, amanah, jujur, menghormati, bertanggung jawab, adil, peduli, disiplin diri, kewarganegaraan, dan ikhlas. 

Loading...

Hal yang tak kalah penting yaitu lingkungan pembangunan karakter adalah sekolah, keluarga, sosial, dan virtual (anak memiliki guru dan teman virtual).

Seminar yang diikuti kurang lebih 452 peserta tersebut terdiri dari para kepala sekolah dan guru SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Luwu Timur.

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler ketika membuka seminar ini mengatakan, sistem pembelajaran saat ini belum secara efektif membangun peserta didik untuk memiliki akhlak mulia dan karakter bangsa. 

Hal tersebut terlihat pada model pendidikan yang diajarkan selama ini masih  menekankan pada pentingnya nilai akademik, sedangkan penekanan pendidikan yang mengajarkan tentang kemampuan mengelola dirinya sendiri masih rendah.

Olehnya itu, menurut Husler, yang perlu ditingkatkan lagi ialah mutu pendidikan karakter bagi peserta didik, namun disamping itu perlu ditanamkan pula penguatan nilai pendidikan karakter.

"Nilai dan perilaku itu dinamis dan berkembang. Arah perkembangannya yang perlu diperbaiki. Anak muda harus disodori contoh. Bangsa bukan merupakan suku, daerah, melainkan kesadaran untuk bersatu. Indonesia membutuhkan formulasi karena pengarah berperilaku yang beragam. Perilaku harus dapat diterima komunitas, masalahnya komunitas di Indonesia amat beragam. Tidak semua pendidikan berdasarkan pada filosofis pendidikan yang tertata," urai Husler.

Kepada peserta seminar dan workshop pendidikan karakter, Husler mengajak agar mereka mengembangkan potensi peserta didik di Luwu Timur.

Turut hadir dalam seminar dan workshop ini Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Yohanes Avilla Agus Awanto P dan Ketua Dewan Pendidikan, H Ardias Bara. (hms/ikp/kominfo)

Loading...
Loading...