Sabtu, 23 Maret 2019 18:34 WITA

OPM Ancam Kepala Daerah di Papua Agar Setop Pemekaran, "Kami Akan Cari Anda"

Editor: Aswad Syam
OPM Ancam Kepala Daerah di Papua Agar Setop Pemekaran,
Terianus Satto dan Sebby Sambom

RAKYATKU.COM, PAPUA - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh kepala daerah di Papua, agar menghentikan upaya pemekaran.

Ancaman itu dikeluarkan pimpinan TPNPB-OPM, Terianus Satto dan Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

Dalam pernyataannya yang dimuat di fanpage TPNPB, Terryanus menegaskan kepada semua bupati dan dua gubernur di Papua, agar segera menghentikan niat melakukan pemekaran provinsi baru di Papua.

"Dalam hal ini kami, TPNPB-OPM mempunyai catatan dan kami mendengar bahwa semua bupati di Papua berlomba untuk melakukan pemekaran provinsi baru," ujar Terianus Satto.

Terryanus menilai, itu adalah agenda rahasia untuk menghancurkan hak ulayat dan hak hidup rakyat orang asli Papua, yang diatur oleh Jakarta.

"Oleh karena itu, TPNPB-OPM menolak semua bentuk Pemerkaran Provinsi Baru di Tanah adat kami, karena Pemekaran Provinsi Baru di Tanah Papua bukan untuk Orang Asli Papua, tapi itu merupakan tujuan dominasi penduduk imigran dari Pulau Jawa dan daerah lainnya di tanah kami," tegasnya.

Loading...

Terryanus khusus mengirim peringatan itu kepada bupati-bupati di wilayah 
Mepago, yang mereka nilai sangat ambisius tanpa mempertimbangkan hak-hak dan keselamatan hak hidup orang asli Papua.

"Sekali lagi, jangan buat pemekaran provinsi di wilayah Mepago. Jika Anda tidak 
mengindahkan peringatan kami, maka kami akan cari Anda sebelum atau pun setelah Papua merdeka," tegasnya.

Keduanya juga memberikan peringatan keras kepada semua bupati-bupati lain di seluruh Tanah Papua, termasuk Wali Kota Jayapura.

"Wali Kota Jayapura Tomi Mano, setop ambisi untuk bikin Provinsi Tabi. Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dan Gubernur Kolonial di Manokwari Mantacan, untuk tidak melakukan Provinsi Baru di tanah adat kami," tegasnya.

Loading...
Loading...