Sabtu, 23 Maret 2019 08:48 WITA

Peringati Hari TBC Sedunia, Ini Kegiatan Dinkes Bantaeng

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Aswad Syam
Peringati Hari TBC Sedunia, Ini Kegiatan Dinkes Bantaeng
Peringatan Hari TB oleh Dinkes Bantaeng.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Kesehatan, menggelar beberapa kegiatan dalam rangka memeriahkan hari Tuberculosis (TBC) Sedunia yang jatuh pada 24 Maret 2019.

Pemkab Bantaeng mengusung tema, yakni "Saatnya Bantaeng Bebas TBC Mulai dari Saya".

Bekerja sama dengan Bagian Kesra Setda Bantaeng dan Rutan Kelas II Bantaeng, Dinas Kesehatan menggelar pemeriksaan skrining penderita batuk terhadap pengunjung Rutan pada 18-20 Maret 2019.

Selain itu juga dilakukan Kegiatan Kampanye TBC di 5 lokasi, yaitu Pesantren DDI Mattoangain, Kantor Desa Tombolo, Kantor Desa Kampala, Karang Taruna Kec Bantaeng, dan Relawan Demokrasi KPU Bantaeng.

Dilakukan pula pembagian 1000 kalender dalam rangka hari TBC Sedunia di lingkup ASN dan Masyarakat yang difokuskan di lampu merah, serta ketuk 1000 Pintu yang dilakukan Puskesmas Loka dan beberapa kegiatan sosialisasi lainnya di masing-masing puskesmas.

Loading...

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. Armansyah, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja para tenaga kesehatan dan relawan TBC di desa, yang selama ini telah bekerja dengan penuh semangat dan ikhlas. 

"Alhamdulillah serangkaian kegiatan peringatan hari TBC sedunia berjalan lancar, hal ini terjadi karena dukungan para petugas kesehatan berkolaborasi dengan relawan di desa dalam menemukenali pasien suspek TBC di Masyarakat," ungkapnya, Sabtu (23/3/2019).

Kadis Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. Andi Ihsan, menuturkan, "penemuan Kasus TBC merupakan bagian dari upaya proses eliminasi kasus TBC di Indonesia khususnya di Bantaeng sekaligus sebagai implementasi salah satu isu strategis kesehatan nasional," jelasnya. 

Menurut data yang dihimpun, tahun 2019-2020 terdapat lima isu kesehatan nasional yang perlu mendapatkan perhatian. Yaitu peningkatan cakupan dan mutu imunisasi, penurunan prevalensi kasus TBC, penurunan angka stunting, pengendalian penyakit tidak menular, dan penurunan angka kematian ibu dam angka kematian neonatus (AKI/AKN).

Loading...
Loading...