Sabtu, 23 Maret 2019 01:30 WITA

Anjing di Amerika Serikat Hampir Bangkitkan Wabah Penyakit Kuno

Editor: Nur Hidayat Said
Anjing di Amerika Serikat Hampir Bangkitkan Wabah Penyakit Kuno
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Seekor anjing di Colorado, Amerika Serikat, menyebarkan penyakit kuno yang sempat mewabah di abad pertengahan. Setidaknya, 100 orang dikabarkan berpotensi terkena infeksi penyakit Maut Hitam.

Anjing tiga tahun itu terserang demam dan lesu pada Desember 2017. Pemiliknya kemudian membawanya ke dokter di mana dia diberikan antibiotik. Akan tetapi, ketika hewan tersebut mulai batuk berdarah, dia dirujuk ke Colorado State University Veterinary Teaching Hospital.

Hasil tes menyatakan anjing itu mengalami infeksi paru-paru. Empat hari sebelum dia sakit, hewan tersebut sempat mengendus anjing padang rumput yang sudah mati. Hewan pengerat itu merupakan pembawa bakteri penyebab Maut Hitam yaitu Yersinia Pestis.

Dokter menganggap kemungkinan infeksi Maut Hitam sudah tidak terjadi. Dilansir Live Science pada, karena anjing lebih rentan terhadap penyakit ini, mereka jadi lebih mudah terinfeksi dan tertular.

Dokter hewan masih mencurigai penyebab sakitnya anjing itu adalah pneumonia aspirasi, sebuah infeksi paru-paru akibat benda asing yang terhirup. Hasil CT scan juga menunjukkan diagnosis demikian.

Dua hari kemudian, sampel dari paru-paru anjing itu diuji dan ditemukan bakteri Maut Hitam. Namun, dokter masih tidak yakin dan mengira ada kesalahan hasil tes. Tes selanjutnya juga menunjukkan hasil yang sama. Bahkan, hewan itu mengalami wabah pneumonik, bentuk dari penyakit tersebut yang bisa menyebar lewat udara dalam satu tetesan yang terinfeksi.

Loading...

Berita itu segera menyebar dan menyebabkan ketakutan pada para staf di rumah sakit tersebut. 116 orang yang diperiksa dikabarkan memiliki potensi terkena penyakit tersebut karena kontak dengan anjing atau sampelnya. Mereka yang berada dalam jarak 6 meter juga kemungkinan terinfeksi.

Penyakit Maut Hitam memang terkenal karena membunuh jutaan orang di Eropa pada tahun 1300-an. Sekalipun sudah tidak banyak kasus, infeksinya masih terjadi hingga saat ini.

60 persen dari pekerja RS segera menggunakan pencegahan secara antibiotik. Sementara itu, 46 hewan lain yang sempat berada di ruangan yang sama dengan anjing sakit itu diberikan antibiotik untuk mencegah bakteri menyebar. Untungnya, tidak ada kasus Maut Hitam yang dilaporkan terjadi pada mereka semua.

Hewan itu sendiri telah ditempatkan ke tempat terpisah. Dalam beberapa hari, kondisinya memburuk dan harus dilakukan euthanasia di hari yang sama ketika dia didiagnosis.

Sumber: Liputan6

Loading...
Loading...