Jumat, 22 Maret 2019 21:31 WITA

Paling Cepat 3 Pekan Autopsi Zulaiha Rampung, Biddokes Umumkan Hasil Sementara

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Nur Hidayat Said
Paling Cepat 3 Pekan Autopsi Zulaiha Rampung, Biddokes Umumkan Hasil Sementara
aur Doksik Biddokes Polda Sulsel, Sulkarnain.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sitti Zulaiha (35) yang diduga meninggal akibat dibunuh dalam mobil pribadi miliknya di daerah Pattalassang masih menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Hingga pukul 19.40 Wita, Paur Doksik Biddokes Polda Sulsel, Sulkarnain, belum dapat menjelaskan secara detail penyebab kematian Zulaiha.

"Namun hasil autopsi sejak sore tadi telah ditemukan di tubuh jenazah korban luka akibat pukulan benda tumpul. Kami mengusahkan penyelesaian hasil autopsi jenasah tersebut paling cepat tiga pekan karena ada beberapa kasus lain yang kami kerjakan," terang Sulkarnain, Jumat (22/3/2019).

Dia menambahkan, rencananya pihak keluarga akan membawa pulang jenazah ke Sinjai. 

Sementara itu, pihak keluarga korban mempercayakan kasus ini cepat diselesaikan dan segera ditemukan pelakunya. Namun informasi yang beredar di keluarga korban, mereka menduga pelaku pembunuhan Zulaiha tak lain dari rekan dekat korban.

"Kami percayakan kepada pihak kepolisian untuk segera menemukan pelaku pembunuhan tersebut. Allah pasti menunjukkan jalan yang benar," kata Amri Mahmud, salah satu keluarga korban.

loading...

Sebelumnya, Amin Mahmud yang sempat masuk ke ruang autopsi melihat jenazah Zulaiha mengatakan, melihat tanda-tanda kekerasan di bagian leher. Dirinya mengakui keponakannya tersebut bukan meninggal karena dicekik pakai tangan pelaku.

"Di bagian leher korban saya melihat tanda-tanda kekerasan seperti dua luka robek yang di mana luka robek tersebut berbentuk zig-zag. Intinya si pelaku membunuh menggunakan sebuah alat," terang Amin kepada Rakyatku.com.

Amin menambahkan, dirinya hanya melihat wajah korban karena dengan melihat wajah jenazah sudah terjawab penyebab kematian keponakannya. 

"Mulutnya terbuka hanya saja lidahnya tidak keluar dan matanya yang tertutup. Kemungkinan keponakan saya dibius lalu dibunuh," tambah Amin.

Loading...
Loading...