Jumat, 22 Maret 2019 18:43 WITA

Cemburu, Marlin Habisi Korban Lalu Buang Pakai Becak Motor

Editor: Aswad Syam
Cemburu, Marlin Habisi Korban Lalu Buang Pakai Becak Motor

RAKYATKU.COM, BATAM - Rasa cemburu betul-betul menguasai Marlin Sinambela. Pembunuhan sadis yang dia lakukan terhadap Roni, terungkap dalam eskpose yang digelar Polresta Barelang, Batam, Jumat (22/3/2019) seperti dilansir dari Tribunnews.

Marlin menghabisi Roni akibat istrinya berselingkuh dengan korban. Marlin menjadi otak kasus pembunuhan Roni, lalu membuang mayat korban menggunakan becak motor yang ditutupi dengan besi.

"Iya pak. Saya membuangnya menggunakan motor itu pak," kata Marlin ketika Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki, menanyakan perihal keberadaan becak motor tersebut.

Dari pengakuan Marlin, dia sengaja memasukkan mayat Roni ke dalam becak motor tersebut melalui salah satu pintu di sela-sela besi yang ada.

"Dari bagian belakang pak becaknya saya masukkan. Besi-besi ini sebagai penutup," pengakuannya.

Akibat perbuatannya tersebut, Marlin bersama kelima rekannya harus mempertanggungjawabkan tindakan sadis dan biadab itu.

"Tersangka dikenakan dakwaan berdasarkan pasal 340 juncto pasal 170 ayat 2 KUH Pidana. Dengan hukuman, pidana mati, kurungan seumur hidup, atau penjara paling singkat selama 20 tahun," ujar Kombes Pol Hengki ketika memimpin ekspose.

Marlin ditangkap polisi di Bogor saat hendak membeli celana.

Setelah ditangkap, pelaku tiba di Batam, Senin (18/3/2019) sore.

Kemudian langsung digiring ke Polresta Barelang untuk dimintai keterangan.

Loading...

Kedua kakinya terpaksa ditembak oleh petugas kepolisian, setelah mencoba kabur.

Sebab saat ditangkap, pelaku mencoba melarikan diri.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, ditangkapnya otak pelaku, berarti semua pelaku pembunuhan sudah lengkap diamankan.

"Ya hari ini pelaku sudah diamankan. Dia adalah otak pelaku. Dan dengan ditangkapnya pelaku ini total pelaku yang berjumlah enam orang sudah lengkap," kata Andri.

Penangkapan lima pelaku sebelumnya dilakukan polisi di Batam. Dari pengakuan para pelaku ini baru diketahui keberadaan Marlin sebagai otak pelaku pembunuhan ini.

Sebelumnya mayat Roni ditemukan di semak-semak kawasan Tiban Permai,Rabu (27/2/2019) lalu.

Saat ditemukan kedua tangan korban terikat. Mayat juga sudah menghitam dan diperkirakan telah dibuang beberapa hari sebelumnya.

Kabiddokes, Kombes Pol dr. Djarot Wibowo mengatakan, dari autopsi yang sudah dilakukan, penyebab kematian banyak mengalami kekerasan bertubi-tubi oleh benda tumpul.

"Kalau dari hasil, ada patah tulang tengkorak pada sisi kiri berukuran 9 cm kali 2 cm, dengan bentuk patahan tidak teratur dan tajam," katanya, Kamis (28/02/2019) sore.

Loading...
Loading...