Jumat, 22 Maret 2019 14:07 WITA

Elektabilitas Jokowi Turun, Elite Golkar Salahkan PSI

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Elektabilitas Jokowi Turun, Elite Golkar Salahkan PSI
Joko Widodo dan Pengurus PSI.

RAKYATKU.COM - Elektabilitas calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mengalami penurunan di sejumlah survei. Teranyar survei yang dikeluarkan Litbang Kompas.

Dalam survei tersebut, elektabilitas elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 49,2% sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga yaitu 37,4%. Elektabilitas Jokowi turun dari 52,6% di Oktober 2018.

Hasil tersebut membuat elite Golkar geram. Bahkan, mereka menilai PSI yang menjadi penyebab elektabilitas Jokowi turun.

"Blunder PSI memberikan sumbangan pada turunnya elektabilitas Jokowi. Resistensi rakyat terhadap PSI tinggi sekali dan itu berpengaruh negarif pada Jokowi," kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga.

Andi Sinulingga menjabarkan hal-hal yang dianggapnya sebagai blunder PSI. Menurutnya, banyak pernyataan PSI yang tendensius sehingga mengusik akal sehat banyak orang. 

Loading...

"Generalisasi bahwa mereka orang baik dan yang bukan mereka adalah orang tidak baik, yang tidak suka PSI adalah para koruptor. Pernyataan-pernyataan begitu yang bikin PSI blunder," ungkapnya dikutip Detikcom, Jumat (22/3/2019).

Dia juga mempersoalkan narasi PSI soal Perda Syariah. Seperti diketahui, PSI lewat ketumnya, Grace Natalie, berkali-kali bicara soal penolakan berbasis agama dan hal itu menimbulkan pro dan kontra. 

"Narasi PSI atas Perda Syariah berkonotasi negatif atas apa yang dinamakan syariah Islam, seolah-olah syariah Islam itu tidak baik. Hal-hal seperti itu menyakitkan bagi sebagian besar pemeluk agama Islam," ujar Andi. 

"Jadi wajar kalau hasil survei menjelaskan bahwa resistensi publik atas PSI tinggi sekali," pungkasnya. 
 

Loading...
Loading...