Jumat, 22 Maret 2019 10:03 WITA

Misteri 'Pilot Ketiga' di Dalam Pesawat Lion Air yang Jatuh

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Misteri 'Pilot Ketiga' di Dalam Pesawat Lion Air yang Jatuh
Foto/Ist.

RAKYATKU.COM - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengaku ada 'pilot ketiga' dalam penerbangan pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air.

Ini merupakan rute penerbangan terakhir pesawat tersebut sebelum jatuh dan menewaskan 189 orang saat hendak terbang dari Jakarta ke Pangkal Pinang, 29 Oktober 2018 lalu.

"KNKT menyampaikan benar ada pilot lain yang berada di kokpit pada penerbangan itu. Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta," kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono.

Soerjanto menambahkan. pada penerbangan Denpasar-Jakarta dengan nomor penerbangan JT043 terjadi gangguan setelah digantinya Angle of Attack (AoA) sensor.

AoA adalah sudut antara sayap dan udara yang mendekat antara 15 - 20 derajat. Jika sudutnya terlalu besar maka sayap dapat kehilangan daya angkat dan bisa menyebabkan hilang kendali serta kehilangan ketinggian secara mendadak.

AoA adalah parameter penting yang membantu sistem pesawat mengetahui apakah posisi bagian hidung pesawat terlalu tinggi. Jika terlalu tinggi pesawat bisa mengalami apa yang disebut aerodynamic stall dan jatuh.

"Pilot ini memiliki kualifikasi sebagai pilot B737 Max 8. Pilot yang bersangkutan sudah diinterview oleh KNKT," tambah Soerjanto.

Sebelumnya, pilot ketiga ini disebut-sebut menyelamatkan penerbangan pesawat Lion Air JT043 rute Denpasar-Bali yang mengalami kerusakan AoA.

Loading...

Siapa 'pilot ketiga' di pesawat Lion Air JT043?

Berdasarkan keterangan Ketua Subkomite Investigasi KNKT, Nurcahyo Utomo, pilot ketiga kebetulan menumpang dalam penerbangan dan duduk di kursi cadangan di dalam kokpit.

"Yang jelas (pilot ketiga-red) dari Lion group," katanya dikutip laman BBC, Jumat (22/3/2019).

KNKT juga menyatakan sudah mengumpulkan 90% data yang dibutuhkan untuk membuat hasil investigasi. Hasilnya akan disampaikan Agustus atau September 2019 mendatang.

"Yang sudah kita lakukan minggu kemarin, kita mengadakan pertemuan tim, dan membahas arah analisanya bagaimana," tambah Nurcahyo.


 

Loading...
Loading...